Minggu, 31 Oktober 2021 ; PB XXXI

B-335 – Ul 6:2-6 – “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (ay 5)

WAJIB MENGASIHI

  1. Teks ini menyajikan sebagian doa, yang setiap hari didaraskan oleh orang-orang Israel. Dalam doa ini terungkap beberapa sikap dasar iman orang-orang Yahudi, yaitu pengakuan akan Allah yang esa (ay 4). Ikhtisar seluruh hukum Allah yang termaktub dalam perintah kasih (ay 5) dan juga kenang-kenangan bangsa mengenai perjanjian di gunung Sinai (ay 10-12).
  2. Kasih kepada Allah, yang diwajibkan oleh kitab Ulangan, secara khusus menekankan ketelitian upacara dan ketaatan terhadap perintah dan peraturan. Tentu saja kasih ini tidak mungkin berkembang tanpa keterlibatan pribadi. Namun di dalam perintah kasih, sebagaimana disajikan oleh kitab Ulangan, tidak terasa kehangatan Perjanjian Baru, yang di masa kemudian akan diutarakan oleh nabi Hosea dan nabi Yeremia.
  3. Orang-orang Israel mempunyai pengertian tajam sekali mengenai transendensi Allah. Pengertian inilah kiranya menjadi sebabnya, mengapa mereka memandang kasih lebih-lebih sebagai suatu perintah dan mengapa perintah kasih itu dicantumkan dalam rangka perundang-undangan. Mungkin kita perlu menerobos latar belakang hukum kasih ini untuk mengerti mengapa Allah memperlakukan bangsa Israel dengan kasih yang penuh kesabaran.

Mrk 12:28b-34 – “Hukum manakah yang paling utama?”