Jumat, 29 Oktober 2021

B-333 – Rom 9:1-5 – “Orang Israel adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin”

HAK ISTIMEWA ISRAEL

  1. Kesedihan hati serta penderitaan Paulus dapat dipahami (ay 2). Bila ada suatu bangsa yang dengan seluruh sejarah, yang kaya akan pengalaman rohani menyiapkan orang untuk memahami agama Kristen, maka bangsa itu adalah bangsa Paulus sendiri, yaitu bangsa Yahudi. ‘Turun tangan’ Kristus ke dalam sejarah umat manusia, tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan pegalaman rohani bangsa itu. Keorisinilan agama Kristen menampakkan seluruh kecemerlangannya hanya bila dihubungkan dengan pengalaman bangsa Yahudi itu. Bukan tanpa alasan agama Kristen mengambil alih semua kitab suci bangsa Israel dan menjadikannya Alkitabnya sendiri.
  2. Akan tetapi keistimewaan sejarah keagamaannya demikian kuat mempengaruhi bangsa Yahudi, sehingga mereka menganggap dirinya sebuah bangsa yang istimewa, yang lebih tinggi daripada bangsa-bangsa lain. Padahal salah satu panggilannya ialah membagi-bagikan kekayaan rohaninya dengan bangsa-bangsa lain!
  3. Hak istimewa Israel yang paling luar biasa sebenarnya hanyalah satu: Bangsa itu memungkinkan terjadinya penjelmaan Anak Allah (ay 5) di tengah-tengahnya. Hak ini tidak mungkin dipindahkan atau berpindah pada bangsa lain.
  4. Yesus dari Nasaret adalah seorang Yahudi, sama seperti semua murid-Nya serta orang-orang Kristen pertama. Akan tetapi, semenjak Yesus, dengan segala macam cara, mulai menyerang kesombongan Israel, maka Yesus telah menentukan nasib-Nya: Ia akan ditolak oleh bangsa-Nya sendiri.

Luk 14:1-6 – “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”