125. Mengampuni tanpa menghitung jumlahnya (18:21-22).

Petrus …berkata kepada Yesus – 18:21
Pertanyaan yang dikemukakan oeh Petrus harus dibaca sebagai reaksinya terhadap ucapan Yesus tentang cara menangani seoroang saudara yang ternyata pendosa berat (Mat 18:15-20).

Berapa kali aku harus mengampuni – 18:21
Maksudnya: Mengampuni orang yang berbuat jahat dan sekaligus mengampuni perbuatannya.

Saudaraku – 18:21
Bacalah komentar pada Mat 18:15

Berbuat dosa terhadap aku – 18:21
Setiap dosa melawan Allah dan sekaligus merugikan sesama.

Sampai tujuh kali – 18:21
Petrus tampaknya berpendapat bahwa angka tujuh adalah angka batas tertinggi dalam hal mengampuni.

Tujuh puluh kali tujuh kali – 18:22
Ucapan Petrus sebaiknya dilihat dalam konteks yang lebih luas … Dalam kitab Kejadian dikenal hukum balas dendam yang amat kejam. Rumusnya dikutip sehubungan dengan Lamekh yang berkata begini, “Kain harus dibalas kan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat” (Kej 4:24). Allah tidak dapat menerika sikap Lamekh dan semua orang yang suka membalas dendam di zaman dulu. Maka, Ia memberi manusia hukum yang membatasi pembalasan dendam. Rumusannya dapat dibaca dalam Im 24:20, “Mata ganti mata, gigi ganti gigi.” Dalam rumusan ini terasa suatu keseimbangan.
Namun, dengan mendekatnya zaman Mesias, hukum ini pun ditinjau kembali. Orang benar tidak membalas dendam, sebab ia menyerahkan perkaranya kepada Allah (Yes 11:20).
Semasa memberitakan Injil, Yesus dengan tegas menolak hukum balas dendam. Ia menuntut agar para musuh dan penganiaya pun dikasihi (Mat 5:44). Selebihnya, pengampunan harus diberi sebanyak tujuh puluh kali tujuh ali Dengan demikian, dalam tata PB, patokan mengenai balas dendam telah diubah menjadi hukjum pengampujnan. Lagi pula tanpa batas, sebabmanusia sesungguhnya tidak mengampuni. Lagi pula tanpa, sebabmanusia sesungguhnya tidak mengampuni, kalau ia mengampuni sekian kali saja.