123. Tiga ucapan Yesus – 18:18-20

Dua atau tiga orang berkumpul – 18:20
Ungkapan, Dua atau tiga orang jangan diartikan seadanya, yaitu atau dua atau tiga, melainkan dua atau lebih!
Kata berkumpul di sini jelas mengacu kepada doa. Himpunan itu terjadi karena jemaah berdoa.

Dalam nama-Ku – 18:20
Orang-orang berkumpul dalam nama Yesus, artinya, sebagai pengikut-pengikut-Nya. Berkumpul bersama adalah perbuatan sosial dan nilainya tergantung dari motivasinya. Umat Kristen berkumpul “dalam nama Yesus.” Ini sebuah ungkapan ke-Yahudian.
Dalam Kitab Suci, nama berperan sekaligus sebagai tanda, kekuatan, kehadiran, juga mengacu kepada pribadi sendiri yang namanya disebut. Maka, berkumpul “dalam nama Yesus” searti dengan berkumpul karena Yesus adalah satu-satunya alasan adanya jemaah.

Aku ada di tengah-tengah mereka – 18:20
Tuhan membenarkan kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka yang berkumpul dalam nama-Nya, yaitu dalam lingkungan Gereja.
Injil Matius dibingkai oleh penegasan mengenai kehadiran itu. Untuk pertama kalinya, pada bab pertama, dalam ayat 21-23 (“Mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti ‘Allah menyertai kita’:), dan untuk kedua kalinya pada bab terakhir (28), ayat 20b (“Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”). Kehadiran Yesus dalam Gereja-Nya merupakan kunci utama Injil Matius. Yesus historis yang pernah bergerak dalam waktu dan ruang bumi ini, tetap hidup dan bertindak di tengah-tengah jemaah-Nya; Ia menderita dengan Gereja yang menderita dan terus-menerus mewujudkan penyelamatan sampai akhir zaman. Justru berkat hadirnya Yesus itu, Gereja boleh yakin bahwa semua usaha ke arah tercapainya rekonsiliasi dengan saudara-saudara seiman yang berdosa, bukan hanya mungkin terjadi, melainkan akan terjadi.
Namun, yang terpenting dalam ketiga ayat penutup bacaan ini ialah adanya relasi yang tak terputuskan antara surga (=Allah dan ‘dunia-Nya’) dan bumi. Suatu ketika relasi itu akan tergenapi secara sempurna dalam Yesus. Namun, sekarang juga relasi itu boleh dinamakan “Keluarga Allah.” Dalam keluarga Allah, semua orang adalah saudara, sebab semua mereka adalah anak Allah Bapa dan Tuhan Yesus, karena pusat keluarga ini ialah Yesus selaku Putra Bapa.