122. Tiga ucapan Yesus – 18:18-20 (2/3)

Lagi pula Aku berkata kepadamu – 18:19
Ungkapan ini biasanya disusul dengan suatu pengulangan, tetapi di sini justru mengembangkan pemikiran yang sudah disampaikan.

Di dunia ini … di surga – 18:19
Dalam kalimat ini muncul kontras dunia dan surga, sebab dalam misteri jemaah Kristen terlibat dua komunitas, yaitu yang di bumi dan yang di surga. Namun, dalam ayat ini terutama ditekankan dimensi surgawi wewenang pastoral Gereja maupun doa.

Dua orang dari antara kamu – 18:19
Kata dua harus dipahami sebagai jumlah minimum: Setidak-tidaknya dua orang.

Sepakat meminta apa pun juga – 18:19
Dilihat sepintas saja, kalimat ini mirip janji yang sering dungkapkan oleh Yesus, dengan berbagai cara, misalnya, “Apa saja yang kamu minta dalam doa …, kamu akan menerimanya” (Mat 21:22); “Apa pun yang kamu minta …, Aku akan melakukannya,” (Yoh 14:13; “Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7); dll.
Meminta bantuan Allah adalah tindakan sehari-hari seorang beriman. Namun, keberhasilan tindakan ini tergantung dari sejumlah disposisi, antara lain: Sungguh-sungguh percaya, tinggal dalam Yesus (memelihara sabda-Nya, perintah-Nya), menyesuaikan kehendak sendiri dengan kehendak-Nya, terutama minta “dalam nama-Nya.”
Dalam ayat ini disebut perkara apa saja. Namun, dalam konteks perikop ini, “perkara” itu menyangkut orang yang memilih status “terkucil.” Menurut ayat 18 ini, “perkara” ini tampaknya akan dapat diatasi melalui doa jemaah, sehingga akhirnya si pendosa akan “dilepaskan.” Namun, dalam ayat 19 ditegaskan bahwa jemaah janganlah “melepaskan” siapa pun sebelum diadakan doa khusus. Doa bersama dapat mempercepat saat rekonsiliasi si pendosa dengan jemaah (1Yoh 5:14-16a).