Sabtu, 23 Oktober 2021 ; Pw St. Yohanes Kapestrano

B-327 – Rom 8:1-11 – “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah” (ay 8)
DEMI TERCIPTANYA UMAT MANUSIA YANG LEBIH SEMPURNA

  1. Hidup menurut “daging” (ay 8) sama dengan berkhayal, bahwa manusia dapat mencapai kebahagiaan dengan kekuatannya sendiri serta memperoleh status yang dicita-citakannya. Hidup menurut “daging” berarti menyerah kepada maut (ay 10), berarti setuju bahwa manusia yang satu menindas manusia yang lain, bahwa orang kaya memeras orang miskin, bahwa orang yang tidak bersalah dipermainkan sementara oknum … Hidup semacam ini menuju kehancuran.
  2. Akan tetapi hidup menurut “roh” sama dengan menyerah pada kekuatan Roh Allah (ay 9). Hidup menurut “roh” berarti yakin, bahwa Roh Allah “diam” dalam diri kita (ay 9) dan dalam tubuh kita yang fana (ay 11). Hidup menurut “roh” berarti dengan penuh kesadaran menerima kehidupan sebagaimana adanya (ay 10) serta menghasilkan buah-buah kedamaian (ay 6) demi terciptanya umat manusia yang lebih sempurna.

Luk 13:1-9 – “Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian”