121. Tiga ucapan Yesus – 18:18-20 (1/3)

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu – 18:18
Ini sebuah rumusan meriah (Mat 18:3.13).

Ikat di dunia ini … terikat di surga; lepaskan di dunia ini … terlepas di surga – 18:18
Apa yang dahulu dijanjikan kepada Petrus (Mat 16:19), kini dijanjikan kepada segenap komunitas Kristen.
Ungkapan “mengikat dan melepakan” diterapkan pada tindakan “mewajibkan seseorang” atau “melepaskan seseorang,” “menyatakan sesuatu diperbolehkan atau tidak diperbolehkan,” “menunjukkan apa yang wajib atau tidak wajib dilakukan.” Ungkapan ini terutama berlaku pada interpretasi sabda Allah (Mat 5:19). Di sini ungkapan ini mengacu kepada kuasa komunitas yang melalui keputusan bersama mengucilkan seseorang sebagai anggotanya ataupun justru sebaliknya, menerimanya kembali sebagai anggota.
Bentuk pasif kata terikat mengacu kepada Allah sebagai pelaku. Hal yang sama harus dikatakan mengenai kata terlepas dalam baris selanjutnya. Apa yang diputuskan oleh jemaah, terlaksana oleh Allah pula. Pendosa yang menolak tangan yang diulurkan kepadanya oleh Gereja (yang menghimbau agar ia bertobat), sesungguhnya mengucilkan dirinya sendiri. Keputusannya berakibat fatal baginya, sebab bukan hanya terjadi di tingkatan Gereja di bumi ini melainkan juga di tingkatan surgawi, ilahi. Pendosa itu memutuskan hubungannya dengan Gereja yang di surga, sehingga keputusannya mengandung akibat eskatologis. Setiap anggota Gereja harus menghormati komunitasnya dengan sungguh-sungguh (Mat 10:14+.40).
Di bawah pandangan Allah Bapa, Gereja di bumi dan di surga merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Hal ini terungkap dengan tepat sekali dalam Injil Yohanes yang menerapkannya pada pengampunan dosa, “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yoh 20:23).
Konsili Vatikan II berkata demikian, “Tugas mengikat dan melepaskan yang diserahkan kepada Petrus, ternyata diberikan juga kepada dewan para rasul dalam persekutuan dengan Kepalanya” (LG 22 yang mengacu kepada Mat 16:19; 18:18; dan 28:16-20).
Para pemimpin jemaah lokal diberi kuasa “mengikat dan melepaskan” sama seperti Petrus, tetapi mereka tidak diberi kuasa “kunci” (Mat 16:19).