Kamis, 21 Oktober 2021

B-325 – Rom 6:19-23 – “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (ay 23)

TIGA ANTITESIS

  1. Bacaan ini berisikan lanjutan renungan rasul Paulus mengenai perbedaan hakiki antara dua jenis perbudakan.
  2. Perhambaan dosa membawa kepada kedurhakaan (ay 19). Perbudakan kebenaran membawa kepada pengudusan (ay 19). Bagaimana mengungkapkan antitesis ini dalam istilah-istilah ‘buah’ atau ‘hasil’?
  3. Dari satu pihak terdapat buah yang rasanya seperti kematian (ay 21). Manusia yang tertutup dalam kecongkakannya menghancurkan dirinya sendiri, padahal ia harus membina dalam dirinya keinginan akan hal-hal yang mutlak.
  4. Dari lain pihak terdapat buah yang mengandung kehidupan yang kekal (ay 22). Manusia yang dimerdekakan dari dosa, dengan tidak henti-hentinya memajukan kehidupan. Kematian merupakan baginya haya semacam masa peralihan.
  5. Akan tetapi kedua antitesis mengenai dosa-kebenaran, kematian-kehidupan ini masih harus ditambah dengan antitesis ketiga, yaitu: Upah-pemberian cuma-cuma. Bagi hamba dosa, maut adalah semacam upah (ay 23). Maut adalah bagiannya yang pantas diterimanya. Sebaliknya, bagi hamba kebenaran, hidup yang kekal merupakan karunia Allah, yang diberikan dengan cuma-cuma.

Luk 12:49-53 – “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapa Kudambakan api itu selalu menyala!”