119. Saudara yang berdosa – 18:15-17 (2/3)

Jika ia tidak mendengarkan engkau -18:16
Artinya, ‘Jika saudara itu tidak menerima kenyataan bahwa ia salah langkah, tidak peduli tentang apa yang dikatakan kepadanya.’

Bawalah seorang atau dua orang lagi – 18:16
Langkah ini mengandaikan kunjungan kedua kepada si pendosa itu dan sekaligus usaha baru untuk meyakinkannya. Usaha ini dilakukan sesuai dengan tuntutan hukum PL, “Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apa pun atau dosa apa pun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tidak orang saksi perkara itu tidak disangsikan” (Ul 19:15; hal serupa dikatakan dalam Ul 17::6).
Lewat langkah ini, si pendosa harus menghadapi situasi yang serupa dengan dimulainya semacam “proses” walaupun proses itu belum bersifat yuridis dan belum diadakan di forum yang paling resmi (di pengadilan).

Perkara itu tidak disangsikan – 18:16
Kata perkara dalam teks ini dapat mengacu dua hal yang agak berbeda, yaitu kepada: (1) Tuduhan terhadap si pendosa itu; (2) Pembicaraan/diskusi yang terjadi antara si pendosa dengan dua atau tiga lawan bicaranya.
Sesungguhnya kehadiran dua atau tiga saksi itu tidak dimaksudkan untuk menekan si pendosa, melainkan justru untuk membelanya. Sebab si pendosa ataupun si penuduh dalam pembicaraan bersama mungkin perlu dibantu untuk mengungkapkan diri secara tepat.