118. Saudara yang berdosa – 18:15-17 (1/3)

Saudaramu – 18:15
Dalam Yudaisme biasanya dibedakan sesama dari saudara. Sesama ialah orang sebangsa, sedangkan saudara ialah orang seagama/seiman (Mat 5:22).

Berbuat dosa – 18:15
Dari seluruh konteks dapat disimpulkan bahwa dosa yang dimaksud di sini ialah suatu kesalahan/pelanggaran serius bahkan “fatal” yang diketahui umum, bukan dosa terhadap seorang saja, walaupun dalam sejumlah naskah ditemukan tambahan berupa .
Ucapan Yesus yang serupa dengan yang ada dalam ayat ini, tercatat pula dalam Luk 17:3, “Jikalau saudaramu berbuat dosa tegurlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.” Kalau seseorang berbuat dosa serius yang nyata-nyata berlawanan dengan tuntutan iman, saudaranya tidak boleh tinggal diam. Dalam kitab Imamat sudah dikatakan, “Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia” (Im 19:17).

Tegurlah dia – 18:15
Aslinya: Pergi dan yakinkanlah dia. Meyakinkan atau malah menegur sesama adalah usaha yang sulit, malah sulit sekali. Sebab melalui usaha itu, si pendosa harus diantarkan kepada paham spiritual, bahwa apa yang dilakukannya, sungguh suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Diharapkan bahwa dengan adanya penjelasan itu ia dapat diantar kepada tobat.
Jadi, meyakinkan di sini sama dengan “bersikap penuh kasih” terhadap sesama itu demi kepentingannya sendiri. Inilah sebabnya, usaha ini dilakukan.

Di bawah empat mata – 18:15
Di bawah empat mata searti dengan “tanpa saksi” dulu. Usaha ini mengingatkan apa yang dilakukan gembala terhadap domba yang hilang (Mat 18:12-13).
Dalam Surat Yakobus dapat dibaca begini, “Saudara-saudara, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seseorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa siapa yang membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa” (Yak 5:19-20).
Dilihat secara menyeluruh, ayat ini bernada optimistis dan menawarkan pemecahan masalah secara positif. Tetapi Matius yakin bahwa dalam jemaah Kristen terdapat “gandum” maupun “lalang” dan kedua-duanya tercampur (Mat 18:6-9).

Jika ia mendengarkan nasihatmu – 18:15
Artinya, ‘Jika saudara itu memberi respons positif, mau melihat perbuatannya yang salah dalam perspektif yang sebenarnya.’

Engkau telah mendapatnya kembali – 18:15
Maksudnya, bukan mendapatkan kembali dalam iman, bukan mempertahankan dia sebagai sahabat pribadi, melainkan sebagai anggota jemaah. Selaku pendosa berat, orang itu dapat saja meninggalkan sendiri jemaah itu ataupun dikucilkan olehnya.