117. Pendosa dalam Jemaah (Mat 18:15-20)

(bacalah perikop di atas terleih dahulu!)

Konteks wejangan
Sebelum mempelajari teks ini, terlebih dahulu perlu diperhatikan konteksnya. Teks ini didahului dan disusul tepat dengan 14 ayat. Isinya ialah sebuah wejangan  Yesus.
Injil Matius berisi lima wejangan Yesus. Yang pertama dikenal sebagai “Khotbah di Bukit” (bab 5-7); yang kedua, sebagai “wejangan misi” (bab 10); yang ketiga, sebagai “wejangan dalam bentuk perumpamaan” (bab 13). Wejangan keempat bertema tata tertib jemaah (bab 18).

Mat 18:1-14
Bagian yang mendahului teks ini (Mat 18:1-14) menampilkan Yesus yang berbicara kepada murid-murid-Nya lewat sebuah tanda. Bicara-Nya mirip para nabi: Ia menempatkan seorang anak di tengah-tengah mereka, sebab Ia ingin menegaskan bahwa “kesahajaan” yang dilambangkan oleh anak adalah dasar kebesaran manusia dalam Kerajaan Allah.
Orang “kecil” dapat diperlakukan dengan dua cara: Positif, yaitu dilindungi, ataupun negatif, yaitu disesatkan. Para penyesat akan diperlakukan dengan keras sekali. Orang “kecil” harus dipelihara secara khusus seperti domba yang hilang. Sebab Yesus menyamakan diri-Nya dengan mereka (Mat 18:5). Malaikat mereka selalu memandang wajah Bapa (Mat 18:10), dan Bapa tidak mau seorang pun hilang dari mereka (Mat 18:14).

Mat 18:15-20
Teks ini (Mat 18:15-20) bertema perhatian pastoral erhadap saudara yang berdosa dan dapat dibagi sebagai berikut:

18:15-17  Prosedur disipliner terhadap saudara yang berdosa;

18:18-20  Tiga ucapan Yesus mengenai: Wewenang murid-murid-Nya (18:18), Daya guna doa bersama (18:19), Kehadiran Tuhan di tengah-tengah jemaah-Nya (18:20).