116. Pesan Yesus kepada murid-murid-Nya (17:9)

Turun dari gunung – 17:9
Seperti dikatakan di atas (komentar pada Mat 17:1). Dalam Injil Matius disebut tiga gunung penting. Di gunung cobaan, Yesus diuji sebagai Putra Allah. Iblis ingin mendorong Yesus untuk menempuh tiga jalan salah. “Jalan ketiga”  itu terjadi di gunung tinggi! Semua kerajaan dan kejayaannya diperlihatkan Iblis kepada Yesus. Tetapi Yesus menolak tawaran itu, sebab ia tidak pernah mau menjadi raja duniawi. Dalam transfigurasi, Ia menerima semua kerajaan itu justru karena Ia taat kepada Bapa. Sebab transfigurasi sendiri justru bagaikan kilat menjadi pra-gambar kedatangan Anak/Putra Manusia ke dalam kerajaan-Nya kelak (Mat 16:28).
Sebelum mengutus murid-murid-Nya ke segala ujung bumi, Yesus datang ke gunung pula (Mat 28:16-20) untuk berjumpa dengan mereka. Di gunung itu Ia disembah oleh murid-murid-Nya walaupun hati mereka takut dan bimbang. Dalam kedua adegan itu Yesus meneguhkan para pengikut-Nya. Dalam adegan transfigurasi, murid-murid mendapat perintah untuk mendengarkan Yesus. Dalam adegan perutusan terakhir, murid-murid mendapat perintah untuk mengajar seluruh dunia.
Di gunung cobaan, Yesus dinyatakan sebagai Putra Allah, tetapi Ia menolak godaan Setan untuk menjadi raja. Di gunung transfigurasi, Yesus dinyatakan Putra Allah oleh Allah sendiri dan sekali lagi menolak godaan yang dikemukakan Petrus (Mat 16:16.21-23) dan karena itu Ia dimuliakan oleh Allah. Di gunung perutusan, Yesus tampai sebagai manusia yang selama hidup-Nya selalu taat kepada Bapa, sehingga akhirnya dimuliakan oleh-Nya. Maka, Ia tampil dengan kuasa penuh sebagai Tuhan langit dan bumi. Dengan demikian peristiwa transfigurasi membenarkan jalan ketaatan yang ditempuh Yesus.

Berpesan – 17:9
Kata berpesan muncul juga di tempat lain (Mat 8:4; 9:39; 12:16; 16:20). Di sini untuk terakhir kalinya dalam Injil Matius. Yesus tidak mau siapa pun memandang-Nya sebagai Mesias politik. Bahaya interpretasi salah itu hilang sama sekali sesudah kebangkitan Yesus. Sebab sebelum bangkit, Yesus disalibkan, sehingga tidak seorang pun dapat memaklumkan-Nya lagi sebagai Mesias dalam arti duniawi.

Penglihatan – 17:9
Dalam seluruh Injil, kata ini muncul di sini saja. Allah menggunakan sara penglihatan dan mimpi (Mat 1:20; 2:12.13.19) untuk menyatakan kehendak-Nya. Penglihatan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.