Minggu, 17 Oktober 2021

B-321 – Yes 53:10-11 – “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul” (ay 11)

FIRASAT YANG LUAR BIASA

  1. Dua ayat ini menyoroti sengsara sebagai salah satu cara menebus dosa, bila sengsara itu diterima dengan sikap taat kepada Allah, sampai mati.
  2. Sejak dahulu bangsa Israel mengenal upacara-upacara penyilihan dosa. Namun sejak karya nabi Yeremia, pemikiran keagamaan Israel maju selangkah: Orang-orang Yahudi menyadari hubungan antara penyilihan dosa dengan penderitaan orang benar yang dianiaya.
  3. Di kemudian hari pemikiran ini akan mencapai puncaknya di kalangan nabi-nabi tertentu. Mereka mempunyai firasat tajam, bahwa fungsi perantaraan atas dosa bangsa dapat dihubungkan dengan penderitaan dan kematian perantara itu sendiri.
  4. Kalau demikian halnya, mengapa dewasa ini Gereja harus takut terhadap pencobaan yang menimpanya?

Mrk 10:35-45 – “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”