Sabtu, 16 Otober 2021

B-320 – Rom 4:13.16-18 – “Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman” (ay 13)

AGAMA JANJI

  1. Iman ‘membenarkan’ – kata rasul Paulus.Sebab iman meerupakan wadah pemersatuan Allah dengan manusia. Allah sendiri maju sebagai pribadi pertama untuk berjumpa dengan manusia.
  2. Seandainya Allah menghadap manusia dengan suatu usul untuk mengadakan kontrak timbal-balik, maka manusia dapat menanggapinya dengan karya nyata. Akan tetapi Allah menghadap manusia dengan sebuah janji, yaitu dengan suatu pemberian yang Cuma-Cuma. Allah hanya ingin mempertahankan peranan-Nya sebagai pribadi yang mengambil prakarsa (ay 13.16).
  3. Perlu diingat selalu, bahwa Allah memberi janji kepada Abraham sewaktu Abraham belum bersunat. Pada waktu itu Allah sudah menjanjikan kepadanya kebapaan yang akan meliputi seluruh umat manusia (ay 17-18). Atas dasar inilah setiap orang beriman adalah anak Abraham.
  4. Yusuf adalah manusia yang berharap melawan seluruh pengharapan (ay 22). Sebab kehendak Allah menyatakan diri kepadanya secara demikikian membingungkan! Sebagai manusia, yang secara total menyerahkan diri kepada kehendak Allah, Yusuf sungguh termasuk keturunan Abraham. Agamanya ialah agama janji.

Luk 12:8-12 – “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah”