Jumat, 15 Oktober 2021 ; Pw Sta Teresia dari Avilla

B-319 – Rom 4:1-8 – “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (ay 3)

IMAN AKAN ALLAH YANG TIDAK TERSELAMI

  1. Sebagai pendosa, Abraham menyadari, bahwa ia menghadap Allah dengan tangan yang hampa. Memang, ia disebut bahagia (ay 6), ia dinyatakan sebagai “orang yang benar” (ay 3), tetapi semuanya ini hanyalah hasil karunia dan kemurahan Allah semata-mata. Abraham percaya saja. Ia menerima kenyataan, bahwa ia diberi dengan cuma-cuma dan bahwa ia tergantung daripada Allah.
  2. Inilah sebabnya, mengapa Abraham menjadi teladan hidup pembenaran oleh iman. Abraham menemukan Allah yang tidak terselami, yang sama sekali tidak dapat didefinisikan. Dan ia percaya kepada-Nya.

Luk 12:1-7 – “Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit”

Leave a Reply