114. Ucapan Petrus dan suara dari awan (17:4-6)

Tuhan – 17:4
Bacalah komentar pada Mat  15:22

Alangkah baiknya kita berada di tempat ini – 17:4
Aslinya, Indah bagi kami berada di sini. Petrus mengatakannya tau karena aia bersama kedua temannya bersukacita, atau karena mereka siap melayani Yesus dan para tamu-Nya.

Kudirikan di sini tiga kemah – 17:4
Tradisi Yahudi menggambarkan kediaman surgawi sebagai “kemah-kemah abadi” (Luk 16:9). Namun, diyakini pula bahwa pada hari akhir, Yahweh akan berdiam di antara umat-Nya (Yeh 37:27; 48:45; Ul 26:11+) dalam kemah kemuliaan-Nya, dan bahwa umat Allah akan berkemah di sekeliling Mesias. Pada waktu itu akan terulang mukjizat-mukjizat masa Keluaran.
Petrus menduga bahwa akhir zaman sudah tiba, sehingga tibalah saatnya untuk menikmati “istirahat” abadi. Namun, rencana yang diungkapkan Petrus ini dipotong langsung oleh suara surgawi.

Sementara ia berkata-kata – 17:5
Rencana Petrus terlalu terpusat pada dirinya sendiri (perhatikanlah kata kudirikan; dalam Mark 9:5, “Baiklah kami dirikan”).

Awan yang terang menaungi mereka – 17:5
Awan ini melambangkan kehadiran Allah (Kel 13:21+; 16:10; 19:9).
Dalam 2Mak 2:8 ditulis begini, “Kelak semuanyua akan ditunjukkan oleh Tuhan dan kemuliaan Tuhan serta awan akan tampak lagi, sebagaimana dahulu dinyatakan kepada Musa dan sebagaimana Salomo pun telah berdoa juga, supaya tempat itu disucikan secara istimewa.”
Datangnya awan ini adalah tanggapan Allah terhadap rencana Petrus; Ia sendiri membuat kemah surgawi; kemah buatan manusia tidak bernilai. Awan melambangkan perlindungan Allah atas umat-Nya (Mzm 18:12).
Kata menaungi searti dengan menutupi/membungkus (dengan cahaya). Pengalaman serupa tercatat dalam Kel   40:34.

Suara yang berkata – 17:5
Bagian ayat ini sampai ungkapan “kepadanya Aku berkenan” sama bunyinya dengan yang tercantum dalam Mat  3:17 (kecuali ungkapan “suara dari langit” diganti dengan “suara dari awan”). Bacalah komentar pada Mat 3:17.

Dengarkanlah Dia – 17:5
Pada waktu dibaptis (Mat 3:19), suara dari langit menunjuk Yesus sebagai Anak/Putra Allah (Mzm 2:7) dan Hamba Tuhan (Yes 42:1). Pada saat transfigurasi, Allah menyatakan bahwa Yesus adalah nabi yang harus didengar oleh umat-Nya (Kis 3:22 yang mengutip Ul 18:18).
Keputraan ilahi yang sudah diakui oleh Petrus (Mat 16:16) kini dibenarkan oleh Allah sendiri. Di balik pernyataan Allah ini terasa suatu himbauan yang mendesak: Pengikut Yesus seharusnya menerima apa saja yang dikatakan oleh Yesus, termasuk sabda-Nya tentang sengsara dan kematian!

Tersungkurlah murid-murid-Nya – 17:6
Mereka tersungkur, artinya menyentuh tanah dengan muka. Ini sebuah tanda hormat mendalam yang diintensifkan oleh rasa panik. Para visioner lain melakukan hal yang sama (Dan 8:17; 10:9-11; Why 1:17). Setiap kali Allah mendekati manusia secara istimewa, manusia diliputi rasa takut yang dahsyat.

Leave a Reply