Senin, 11 Oktober 2021

B-315 – Rom 1:1-7 – “Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya” (ay 5)

ANAK DAUD, ANAK ALLAH

  1. Dalam suratnya kepada jemaat Kristen di Roma, Paulus menegaskan, bahwa ia berhak atas gelar “rasul para bangsa” (ay 1.5). Injil yang diwartakannya ialah Kabar Gembira mengenai Yesus Kristus, anak Daud dan anak Allah (ay 3-4).
  2. Yesus mulai berkarya di bumi pada saat dan tempat tertentu, di tengah-tengah sejarah manusiawi yang luar biasa daya tariknya. Ia memulai kehidupan-Nya dalam sejarah yang amat istimewa. Ia dibentuk oleh kenyataan hidup sezaman-Nya. Ia dipengaruhi kebudayaan serta gagasan-gagasan di masa hidup-Nya sedemikian rupa, sehingga Ia mampu mengungkapkan isi amanat-Nya yang orisinil itu dengan cara yang tepat.
  3. Dilihat dari segi lahiriahnya, boleh dikatakan, bahwa antara Yesus dan bangsa-Nya terjalin suatu kelangsungan yang nyaris sempurna. Namun dilihat dari segi batiniahnya, kelangsungan itu sebenarnya terputus. Sebab Yesus, manusia-Allah, menanggapi harapan Israel secara begitu berbeda, sehingga boleh bicara tentang perombakan intinya. Tanggapan Yesus yang tidak terduga itu tentu saja menimbulkan kehebohan dan kejutan. Bangsa Israel yang demikian bangga akan kepilihannya, merasa kehilangan semua hak istimewanya. Padahal tanggapan Yesus itu sebenarnya sudah tersirat dalam sejarah suci yang bermula dengan Abraham.

Luk 11:29-32 – “Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus”

Leave a Reply