110. Dengarkanlah Dia! (Mat 17:1-9)

(bacalah terlebih dahulu perikop di atas agar lebih mudah memahami penjelasan berikut!)

Kisah transfigurasi
Perubahan rupa Yesus (seterusnya disebut transfigurasi) dikisahkan dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Peristiwa misterius ini dengan cara yang unik disinggung pula dalam Injil Yohanes (12:27+) dan dalam surat kedua Petrus (1:16-18).

Kisah sentral
Dilihat dari sudut apa pun, dalam ketiga Injil ini transfigurasi dijadikan titik sentral dalam karya Yesus sebagai Mesias menurut rencana Allah. Kemesiasan Yesus sudah ditampilkan dalam kisah pembaptisan-Nya dan cobaan di gurun. Transfigurasi terjadi setelah pimpinan Yahudi semakin tidak senang dengan Yesus, sedangkan khalayak ramai tidak memahami-Nya. Terdorong oleh Petrus yang mengakui-Nya sebagai Mesias dan Putra Allah, Yesus ingin menyatakan bagaimana Ia akan mewujudkan panggilan-Nya: Suatu ketika Ia akan sepenuhnya mulia-ilahi, tetapi sebelum itu terjadi, Ia harus melewati salib sengara.

Pra-gambar kemuliaan Yesus
Dilihat dari konteks ini, transfigurasi Yesus dimaksudkan sebagai pra-gambar kemuliaan hari akhir yang berpusatkan Yesus yang kini ada bersama murid-murid-Nya dan akan ada sampai akhir zaman. Murid-murid Yesus yang ketakutan, disapa oleh Allah sendiri. Sehari-hari mereka melihat Yesus yang tidak jauh berbeda dengan manusia lain. Namun, dalam diri Yesus itu ada kemuliaan Putra Manusia yang penuh kuasa. Putra Manusia itu harus dituruti, biarpun Ia membawa mereka ke Yerusalem. Sebab jalan-Nya menuju kemuliaan sejati, walaupun lewat salib. Sebelum salib itu menjadi kenyataan, murid-murid boleh mencicipi sejenak kemuliaan guru mereka.

Ringkasan rencana penyelamatan
Dilihat secara lelbih luas, kisah transfigurasi serta konteksnya merupakan semacam ringkasan semua tahap rencana penyelamatan. Dengan dimunculkannya Elia yang diyakini sebagai pendahulu Mesias, kisah ini menunjuk-nunjuk Yesus sebagai Mesias sejati. Lewat ajaran Yesus tentang sengsara, kita ini terkait dengan peristiwa di Getsemani dan di Kalvari. Terjadinya penglihatan pada saat transfigurasi mengacu kepada penampakan-penampakan Yesus yang sudah bangkit, kenaikan-Nya ke surga, dan parusia (kedatangan-Nya kembali) pada akhir zaman.
Inilah gambaran lengkap Juru Selamat yang ditawarkan lewat kisah ini. Namun, peristiwa sendiri diolah oleh masing-masing penulis secara khas, sesuai dengan kebutuhan jemaah yang menjadi sasaran kitabnya.

Pembagian teks ini
Kisah ini dapat dibgi lima:
17:1     Pengantar;
17:2-3 Yesus berubah rupa; Musa dan Elia;
17:4-6 Ucapan Petrus dan suara dari awan;
17:7-8 Yesus sendirian dengan murid-murid-Nya;
17:9    Pesan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Leave a Reply