165. Reaksi Petrus dan teguran Yesus (16:22-23)

Menarik Yesus ke samping – 16:22
Peristiwa ini harus dilihat dalam konteks lebih luas yang mulai dengan pengakuan Petrus (Mat:16). Setelah mengakui Yesus sebagai Mesias, Petrus kaget oleh pernyataan-Nya tentang sengsara (Mat 16:21). Maka, secara spontan ia menarik Yesus ke samping untuk menegur-Nya. Yesus pun bereaksi spontan. Terjadi bentrokan antara dua visi/pola pandang.
Tidak jelas, apakah waktu bicara kepada Yesus, Petrus membawa Yesus keluar dari kelompok murid-murid-Nya.

Menegur – 16:22
Kata menegur atau mencela/menghardik/membentak muncul lima kali lagi dalam Injil Matius (Mat 8:26; 12:16; 17:18; 19:13; 20:31). Di balik kata ini terasa suatu teguran keras. Petrus berpendapat bahwa Yesus tidak pantas bicara begitu. Petrus hanya tertarik pada teologi kemuliaan dan rahmat.

Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu – 16:22
Tentang Tuhan bacalah komentar pada Mat 15:22.
Ucapan Petrus aslinya berbunyi, hileos soi, kyrie, dan diterjemahkan dengan berbacai cara. Terjemahan yang paling tepat ialah, “Astaga, Tuan,” atau “kasihan, Tuan.”

Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau – 16:22
Maksudnya, “Jangan Allah membiarkan hal itu menimpa Engkau!.” Dalam ucapan ini terasa penolakan terhadap rencana Allah yang sebelumnya sudah dijelaskan oleh Yesus, walaupun Injil tidak melaporkannya secara rinci.

Enyahlah, Iblis – 16:23
Aslinya, hypage opiso mou, satana, yang searti dengan, Ke belakangku, Setan! Dalam Mat 4:7 muncul ungkapan Yunani lain, yaitu, Hypage, satana. Kata-kata Yesus ini menjadi lebih jelas bila diingat ucapan yang ditujukan-Nya kepada Petrus dalam 16:17.
Semua penulis Injil menegaskan kerapuhan Petrus, walaupun dengan cara yang berbeda-beda. Petrus memang dipilih sebagai batu karang, tetapi ia menjadi cadas yang baik karena dirahmati Allah saja, bukan karena kualitas pribadinya. Di sini terasa kontras tajam antara alam manusia seadanya dan alam manusia yang dirahmati. Kontrak ini terasa dalam seluruh Kitab Suci.

Batu sandungan bagi-Ku – 16:23
Batu sandungan ialah batu yag menghalangi perjalanan Yesus ke Yerusalem. Bacalah penjelasan Mat 5:29.
Dengan bicaranya yang tidak peduli akan penjelasan Yesus, Petrus berusaha menjauhkan-Nya dari pelaksanaan misi-Nya. Misi utama Yesus ialah taat kepada Allah sampai mati.

Bukan … yang dipikirkan Allah – 16:23
Dalam otak Petrus tidak ada yang dipikirkan oleh Allah. Jadi ada penegasan mengenai adanya dua pola pikir atau dua “jalan” yang sudah dimunculkan dalam PL dan sering dibicarakan semasa kehidupan Yesus.