163. Pemberitahuan pertama – Mat 16:21 (1/2)

Sejak itu – 16:21
Ungkapan sejak itu muncul di sini dan dalam Mat 4:17 saja. Selama ini Yesus berusaha menyatakan diri-Nya sebagai Mesias. Mulai sekarang Ia akan menyingkapkan misteri-Nya sebagai Anak/Putra Manusia yang menderita dan kelak mulia. Namun, Yesus segera akan menghadapi ketidakpahaman murid-murid-Nya. Biarpun mereka sudah menerima-Nya sebagai Mesias, mereka tidak dapat menerima bahwa Ia akan menderita. Iman mereka belum cukup terbuka akan ketidakterdugaan misteri Yesus.

Mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya – 16:21      
Menurut Injil Markus dan Matius (Lukas tidak memakai kata “mul;ai”), Yesus mulai bicara tentang sengsara-Nya. Artinya, Yesus mengambil keputusan untuk menyingkapkan lebih jauh rencana Allah sehubungan dengan penyelamatan dunia. Jadi, mulai saat ini tema sengsara akan mendominasi lanjutan Injil. Yesus mulai menyatakan, artinya Ia bicara dengan lebih jelas supaya murid-murid memahami-Nya. Yesus mulai bicara kepada murid-murid-Nya, sehingga proses pelajaran mereka perlu diperhatikan oleh setiap pembaca Injil.

Harus pergi ke Yerusalem – 16:21
Wahtu yang ingin disampaikan Yesus tidak terbatas pada berita tentang sengsara yang sudah disinggung dalam Mat 10:24 dst. Yang penting dalam berita baru ini ialah bahwa sengsara itu harus terjadi.
Dalam bahasa Kitab Suci, kata harus mengacu kepada Allah, sumber rencana penyelamatan (Mat 17:10; 24:6; 26:54). Yesus sungguh menyadarinya dan menerimanya sepenuh-penuhnya sebagai kehendak Allah, bukan sebagai nasib buruk. Boleh dikatakan bahwa “harus” itu berakar dalam Allah sendiri. Justru di sinilah letaknya “kebaharuan” ajaran Yesus. Ia tahu bahwa sengsara merupakan salah satu inti rencana Allah, bukan peristiwa kebetulan. Maka, Yesus tidak memutuskan untuk pergi ke Yerusalem (kota yang membunuh para nabi – Mat 23:29-39) begitu saja, tetapi dengan penuh kesadaran dan sukarela. Ia memandang sengsara dan kematian-Nya dari sudut kehendak Allah, sebagai pelayanan. Justru karena itu Matius menggunakan ungkapan mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya.
Yesus bukan hanya memberitahukan sengsara-Nya, sebab sudah menduganya, melainkan ingin menjelaskan, betapa sengsara itu tidak terpisahkan dari kehendak Allah, sehingga merupakan hal terbaik, ilahi. Dalam usaha itu Yesus pasti menggunakan Kitab Suci (PL), sebagaimana dapat disimpulkan dari kisah Lukas tentang perjalanan dua murid ke Emaus (Luk 24:26+.46+). Matius memang tidak memberi penjelasan rinci. Namun, dalam kata harus dengan sendirinya termaktub referensi kepada Kitab Suci yang harus digenapi (Msalnya dengan Mat 26:54) sebab rencana Allah terungkap dalam Kitab Suci. Secara khusus sengsara dibicarakan dalam Yes 53. Seluruh Injil teresapi oleh nas-nas dari kitab Yesaya itu.