162. Berpikir Secara Ilahi (Mat 16:21-27)

Tiga unsur teks
Perikop terdahulu (Mat 16:13-20) berpusatkan pengakuan Petrus. Itulah peristiwa mahapenting dalam kitab-kitab Injil. Perikop ini langsung menyusul “pengakuan” tersebut, sehingga merupakan kelanjutannya.Menurut teks terdahuylu, Petrus untuk pertama kali mengakui Yesus sebagai Mesias, bahkan sebagai Anak/Putra Allah yang hidup. Menurut teks ini, Yesus untuk pertama kali memberitahukan sengsara dan kebangkitan-Nya.
Teks ini terdiri dari tiga unsur:
1.Pemberitahuan Yesus;
2.Reaksi Petrus dan teguran Yesus;
3.Sabda Yesus kepada para pengikut-Nya.

Tiga pemberitahuan
Dalam Injil Matius terdapat tiga pemberitahuan Yesus tentang sengsara-Nya (16:21; 17:22-23a; 20:17-19). Ketiga pemberithuan ini merupakan tahap-tahap penting dalam seluruh Kisah Sengsara Yesus. Setiap pemberitahuan disusul dengan suatu catatan yang menegaskan ketidakpahaman murid-murid (Mat 16:22; 17:23b; 20:20-23). Ternyata catatan-catatan singkat itu mempunyai bobot teologis yang khas. Catatan-catatan ini disusul dengan penjelasan Yesus tentang makna misi-Nya (Mat 16:24-28; 18:1-4; 20:24-28).
Lewat gaya penulisan ini para pembacanya berhadapan dengan sebuah kisah yang berirama. Namun, dalam ketiga pemberitahuan selalu ada pula berita tentang kebangkitan. Jadi, isinya bukan salib saja, melainkan selalu salib dan kebangkitan, kematian dan kehidupan. Sengsara bukan suatu peristiwa yang datang “dari luar” kepada Kristus, semacam “nasib” yang harus diterima-Nya saja, melainkan bagian hidup-Nya, bahkan puncaknya. Sengsara itu adalah jalan yang mengantarkan kepada sukacita dan hidup definitif.
Begitulah pula garis besar kehidupan setiap pengikut Yesus: Jalan kehidupan mereka seharusnya sama dengan Yesus!
Kisah selanjutnya
Kisah selanjutnya mengenai perubahan rupa Yesus (Mat 17:1-9) termasuk konteks bacaan ini juga. Allah mengizinkan murid-murid Yesus melihat sebentar “kemuliaan” Putra-Nya di jalan menuju salib. Betapa sulitnya menerima kenyataan bahwa Mesias harus menderita. Tetapi masalahnya menjadi lain, bila diingat bahwa sengsara itu bukan titik akhir.

Pembagian teks ini
Seluruh bacaan ini dapat dibagi tiga:
16:21      Pemberitahuan pertama tentang sengsara;
16:22-23 Reaksi Petrus dan teguran Yesus;
16:24-27 Sabda Yesus kepada para murid-Nya.