161. Janji Yesus kepada Petrus (16:17-20)

Kunci Kerajaan Surga – 16:19
Yesus menjanjikan kepada Petrus kunci Kerajaan Surga, artinya kuasa (Yes 22:22; Ayb 12:14). Tetapi tidak diketahui persis sejauh mana jenis dan luasnya kunci/kuasa itu.
Secara populer sering dikatakan bahwa Petrus adalah “penjaga pintu surga,” sehingga ia berkuasa memutuskan siapa boleh masuk ke dalamnya. Hal ini pararlel dengan adanya “gapura Hades.” Tetapi Petrus adalah pemegang kunci Kerajaan Surga di bumi, bukan di luar bumi! Fungsinya yang utama ialah “mengikat” dan “melepaskan.” Artinya, ia memiliki kuasa interpretasi tepat terhadap Hukum Kristus. Kuasanya berbeda sekali dengan kuasa guru-guru hukum Yahudi (Mat 23:13) yang menetapkan diri mereka sendiri sebagai interpretator hukum Allah. Dengan memegang kunci Kerajaan Surga, Petrus membuka bagi manusia pintu keselamatan, iman, dan menjadikan mereka kuat untuk mengalahkan kematian.
Ayat ini memang sensitif sebab diartikan dengan berbagai cara oleh berbagai aliran Kristen. Namun, satu hal pasti: Maknanya dinamis, menuntut adanya keterbukaan, dan tidak boleh diartikan secara sektarian. Dari lain pihak, dapat ditambahkan bahwa kuasa yang diberi kepada Petrus tidak mungkin berlaku bagi dia saja, sebab sangat luas dan tidak terbatas pada waktu tertentu. Satu generasi tidak cukup untuk mewujudkannya. Seandainya kuasa itu tidak ada pada para pengganti Petrus, bagaimana mungkin Gereja mempertahankan persatuannya? Seandainya Gereja masa awal yakin bahwa kuasa Petrus berakhir dengan kematiannya, maka kematiannya seharusnya dipandang sebagai suatu peristiwa besar, lalu disusul dengan macam-macam perombakan dahsyat dalam struktur Gereja. Tetapi kematian Petrus berlalu seperti angin saja dan tidak diperhatikan dalam tulisan-tulisan Kristen, dan tidak terjadi perombakan penting apa-apa.

Apa yang kauikat … kaulepaskan – 16:19
Ungkapan, Apa yang kauikat akan terikat, apa yang kaulepaskan akan terlepas, yang lazim di kalangan guru-guru Yahudi, searti dengan ‘melarang/mengizinkan.’ Ungkapan ini kiranya perlu diartikan begini: Allah memberi persetujuan-Nya pada apa saja yang dilarang atau diizinkan oleh Petrus di bumi.
Rasul-rasul diberi kuasa untuk “melepaskan” dan “mengikat” itu dalam Mat 18:18, tetapi hanya Petrus menerima wahyu dan peranan sebagai batu karang Gereja, khususnya kuasa yang dilambangkan dengan “kunci.”

Terikat di surga … terlepas di surga – 16:19
Kata surga menggantikan nama Alah, yang oleh bangsa Yahudi jarang sekali disebut.

Bahwa Ia Mesias – 16:20
Dengan mengulangi kata Mesias, Matius sekali lagi mengulangi pokok wahyu utama yang dibentangkannya dalam kisah ini.