Kamis, 30 September 2021 ; St. Hieronimus, ImPujG

B-304 – Neh 8:1-4a.5-6.7b-12 – “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!” karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu (ay 10)

PEMBAHARUAN PERJANJIAN

  1. Untuk pertama kalinya setelah kembali dari pembuangan, umat Israel diminta untuk berkumpul bersama-sama dan membaharui perjanjiannya dengan Allah. Untuk itu dipilih hari raya Pondok Daun, pesta Yahudi yang paling populer. Pada hari itu musim menuai sudah berakhir; rakyat berkesempatan untuk bersuka-cita (ay 10).
  2. Akan tetapi dalam rangka usaha untuk membaharui bangsa Israel, hari raya Pondok Daun menjadi hari perhimpunan bangsa untuk membaharui perjanjian dengan Allah.
  3. Sejak perubahan ini, firman Allah diberi tempat istimewa pada hari itu: Firman itu dibacakan selama tujuh hari, diterjemahkan dan dijelaskan. Para pemimpin acara mencurahkan seluruh tenaganya, supaya rakyat mengerti apa yang dibacakan (ay 8), lalu dengan iman melekat pada firman Allah itu (ay 6).
  4. Akan tiba waktunya, bahwa firman ilahi itu akan menjadi manusia untuk menghimpun semua bangsa dalam perjamuan pesta bersama.

Luk 10:1-12 – “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu”