160. Janji Yesus kepada Petrus (16:17-20)

Aku pun berkata kepadamu – 16:18
Beginilah bunyi rumus meriah …

Engkau adalah Petrus – 16:18
Aslinya, Engkau adalah cadas/batu karang.
Dalam ayat ini muncul permainan kata Yunani: Petros, yaitu Petrus, dan petra, yaitu cadas; batu keras. Permainan kata ini lebih terasa lagi dalam bahasa Ibrani: Engkau adalah kefa, dan di atas kefa ini Aku akan mendirikan jemaah-Ku. Menurut tradisi PL, Allah adalah cadas, batu. Ia tidak pernah berubah. Dia adalah gunung batu Israel (Ul 32:15 dst.).

Aku akan mendirikan – 16:18
Yesus akan mendirikan dalam arti kiasan, sebab Gereja yang dimaksud di sini bukan bangunan melainkan komunitas orang yang percaya akan Yesus Kristus.

Jemaah-Ku – 16:18
Jemaah (tunggal!) adalah komunitas. Kata ini jarang sekali muncul dalam kitab-kitab Injil. Dalam Injil Matius, dua kali saja, yaitu di sini dan dalam 18:17.
Pernyataan Yesus yang tercantum dalam seluruh ayat 18 ini mengacu kepada peranan luar biasa yang menurut PB dimainkan oleh Petrus dalam Gereja masa awal (Mat 4:18; 17:1; Kis 1:13.15; 3:1; 10:5; Yoh 6:67-69; 21:15-23; Gal 2:7).
Tradisi Katolik mengacu kepada teks ini sebagai dasar ajaran bahwa semua pengganti Petrus menjadi pewaris kuasanya sebagai primas (=yang pertama). Menurut tradisi Ortodoks, semua uskup yang memimpin keuskupan dan yang mengaku iman benar adalah penerus Petrus maupun rasul-rasul lain. Para ahli Kisah Suci Protestan mengakui peranan istimewa Petrus pada masa awal Gereja, tetapi berpendapat pula bahwa janji Yesus menyangkut Petrus saja.

Alam maut tidak akan menguasainya – 16:18
Aslinya, Gapura-gapura Hades tidak akan mengalahkannya.
Menurut arti aslinya, Hades (I: syeol, Bil 16:33; Yes 38:10; Ayb 38:17) ialah tempat orang-orang mati (Mat 11:33). Dalam ayat ini dibicarakan alam maut (gapura-gapura Hades) sebagai tempat masuk ke dalam dunia orang mati. Orang yang sudah melewatinya, tidak dapat keluar lagi. Gapura-gapura itu adalah lambang kuasa yang ada pada kematian, musuh terakhir dan yang paling ditakuti oleh manusia. Tetapi Yesus menegaskan bahwa jemaah-Nya tidak usah takut pada kuasa kematian itu. Hades memang kuat, tetapi tidak cukup kuat untuk menggugurkan jemaah kaum beriman yang didirikan-Nya.
Unsur inti lambang berupa gapura Hades jangan dicari pada pintunya melainkan pada pertarungan yang biasanya terjadi pada pintu. Merebut pintu – dalam tradisi PL – searti dengan merebut kota. Selain itu, seperti sudah dijelakan, inti lambang itu terletak dalam “kuasa.”
Biasanya ungkapan Yesus tentang tidak akan menguasainya/mengalahkannya diartikan secara defensif: Biarpun Gereja diserang, ia tetap tidak akan dikalahkan! Namun , barangkali ungkapan ini justru harus diartikan secara ofensif, yaitu: Dengan menyerang kuasa kematian/kejahatan, Gereja boleh yakin bahwa kuasa jahat itu akan dikalahkannya. Setiap orang yang menerima Yesus, jelas-jelas tercabut dari kuasa jahat. Kuasa Hades tidak sehebat seperti dipikirkan banyak orang. Ia malah pasti akan kalah dalam pertarungan dengan Gereja.