Rabu, 29 September 2021; Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung

B-303 – Dan 7:9-10.13-14 – “Kekuasaan anak manusia ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah” (ay 14)

KEMULIAAN ILAH YANG DIJANJIKAN KEPADA SEORANG MANUSIA YANG HARUS MATI

  1. Dalam abad ke-2 sM, iman Yahudi terancam bahaya yang serius. Rasa-rasanya Allah pasti akan mengambil suatu tindakan yang menentukan terhadap dunia kafir.
  2. Dalam suatu mimpi, nabi memandang empat binatang yang bermakna simbolis. Binatang-binatang itu keluar dari laut dan mendekati bumi. Masing-masing binatang melambangkan kerajaan yang silih berganti mengancam keamanan Israel. Ada pula suatu pribadi yang misterius, yang dilukiskan “seperti anak manusia” (ay 13). Pribadi itu bukan seorang saja melainkan suatu kelompok – lambang pengharapan bangsa Israel. ‘Pribadi’ itu kelak akan datang – yaitu pada saat umat Allah sejati akan dibentuk dari atas! Mungkin seorang Mesias termasuk penglihatan ajaib ini juga. Yang jelas, di masa kehidupan Yesus, nubuat nabi Daniel diartikan sebagai nubuat mengenai seorang manusia yang secara misterius melampaui nasib biasa umat manusia.
  3. Yesus berhasil memperkenalkan diri sebagai Anak Manusia. Namun Ia sungguh-sungguh berbagi nasib manusiawi. Kemuliaan-Nya yang nampak pada saat Ia dimuliaka adalah kemuliaan manusia yang harus mati. Hanya kemuliaan itu harus dilihat sebagai kemuliaan Anak Allah. Inilah kemuliaan ilahi.

Yoh 1:47-51 – “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel”