155. Pengakuan Petrus (Mat 16:13-20)

(bacalah perikope ini terlebih dahulu sebelum memasuki penjelasan!)

Konteks berbeda-beda
Yesus mengadakan sebuah dialog dengan pengikut-pengikut-Nya mengenai diri-Nya sendiri. Dialog itu dicatat dalam Mat 16:13-16; Mrk 8:27-30; dan Luk 9:18-21. Tetapi hanya dalam Injil Matius tercatat janji meriah yang diberikan Yesus kepada Petrus sehubungan dengan Gereja-Nya (ay 17-20).
Menurut Injil Lukas (22:32) dan Injil Yohanes (21:15-17), Yesus memang menyampaikan kata-kata khusus kepada Petrus, tetapi kata-kata itu ditempatkan dalam konteks yang berbeda.

Latar belakang historis
Pengakuan Petrus segera dikaitkan oleh tradisi Kristen masa awal dengan pemberitahuan Yesus pertama tentang sengsara-Nya. Namun, tidak jelas, apakah begitu pula kenyataan historinya. Banyak ahli berpendapat bahwa bagian kedua bacaan dari Injil Matius ini, ditempatkan di dalamnya oleh penulisnya di kemudian hari. Sebab sulit dibayangkan bahwa sebelum Yesus bangkit, Petrus mampu menyatakan secara meriah, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Kesimpulan ini tampak lebih kuat lagi, bila kosakata bacaan ini dibandingkan dengan ayat-ayat yang menyusulnya. Dalam ayat 17 Yesus berbicara tentang daging dan darah (dalam arti “manusia”) dan begitulah memang cara bicara Yahudi. Tetapi dalam ayat 23 Yesus bicara secara “modern” tentang manusia saja. Dalam ayat 17, Yesus menyebut Allah Bapa-Ku yang di Surga. Tetapi dalam ayat 23 Ia bicara biasa tentang Allah.