152. Intervensi murid dan jawaban Yesus (23b-24)

Murid-murid-Nya datang – 15:23
Artinya, murid-murid Yesus ada di tempat yang sama, tetapi kemudian mendekati Yesus secara khusus untuk menyampaikan permohonannya.

Meminta kepada-Nya – 15:23
Dapat diduga bahwa murid-murid meminta Yesus bukan sekali saja.

Suruhlah ia pergi – 15:23
Anjuran, Suruhlah ia pergi, menunjukkan ketidakpahaman murid-murid Yesus ataupun dikemukakan oleh Matius dengan sengaja sebagai alasan biacara Yesus selanjutnya.

Ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak – 15:23
Perempuan itu malah tampaknya “menjerit,” bukan berteriak saja. Ia membuat ribut.

Jawab Yesus – 15:24
Kalimat ini terdapat dalam kisah Matius ini saja. Isinya serupa dengan instruksi yang diberikan oleh Yesus dalam 10:6 kepada kedua belas rasul. Tidak jelas, kepada siapa ucapan ini ditujukan, sebab ada tiga kemungkinan: a) Murid-murid Yesus; b) Perempuan Kanaan; c) Murid-murid Yesus dan perempuan itu sekaligus. Namun, secara logis dan dengan bertumpu pada ayat 26 dapat disimpulkan bahwa ucapan ini ditujukan kepada perempuan Kanaan saja.
Lewat kalimat ini Yesus menanggapi pula – biarpun tidak terlalu jelas – permohonan murid-murid-Nya.

Aku diutus – 15:24
Kalimat Aku diutus harap dibaca, “Allah telah mengutus Aku.”

Domba-domba yang hilang dari umat Israel – 15:24
Ucapan Yesus ini dapat diartikan dengan beberapa cara. 1) Ada kemungkinan bahwa Yesus mengacu kepada instruksi-Nya sendiri (Mat 10:6); 2) Mungkin juga Yesus menguji iman perempuan itu, sehingga mula-mula Ia menolak permohonannya; 3) Boleh jadi juga bahwa Yesus yakin bahwa Ia diutus pertama-tama kepada bangsa Yahudi, sehingga pertolongan-Nya bagi orang bukan Yahaudi hanyalah kekecualian saja.
Menurut Injil Matius, kemungkinan berpartisipasi dalam karya keselamatan akan dibuka bagi orang-orang kafir baru sesudah wafat dan kebangkitan Yesus. Interpretasi terakhir ini dapat ditunjang dengan sejumlah nas dalam Injil Matius (Mat 8:5-13; 21:33-44; 28:16-20).
Ungkapan domba yang hilang dari umat Israel mengandung dua metafor. Domba searti dengan umat. Domba yang hilang ialah umat yang tidak tahu arah hidupnya, mungkin karena arah itu tidak pernah ditunjukkan kepadanya; ia merasa tidak dipedulikan oleh gembala. Umat Israel ialah bangsa Israel. Tidak jelas, apakah jumlah “domba yang hilang” itu terbatas angkanya atau mencakup seluruh bangsa Israel. Dalam Mat 10:5-6 diandaikan keseluruhan Israel, sedangkan dalam Mat 18:12-14 diandaikan para pendosa saja.