Selasa, 14 September 2021 ; Pesta Salib Suci

B-288 – Bil 21:4-9 – “Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup” (ay 9).

ULAR TEMBAGA

  1. Ibadat resmi yang diselenggarakan di dalam Bait Allah ternyata tidak menghalangi adanya sisa pemujuaan berhala di kalangan bangsa Yahudi. Salah satu contohnya ialah pemujaan ular tembaga. Oleh karena pemujaan ini sampai sekarang belum berhasil diberantas, maka penyusun hikayat ini berusaha mengatasinya dengan caranya sendiri. Dalam keadaan mana pun – katanya – manusia harus menaruh seluruh pengharapannya pada Yahwe, biarpun hatinya masih belum sanggup melepaskan diri sepenuhnya dari sisa kekafiran.
  2. Iman yang sama lebih-lebih dibutuhkan manusia yang memandang Yesus di kayu salib. Sebab hanya berkat iman, manusia dapat rakin, bahwa wafat Yesus di salib membawa keselamatan dan merupakan jaminan akan terciptanya suatu umat manusia yang baru.

Yoh 3:13-17 – “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (ay 16)

Leave a Reply