146. Petrus berjalan di atas air (14:28-32)

Petrus – 14:28
Dalam Injil Markus dan Yohanes hanya diceritakan perjalanan Yesus di atas air. Tetapi Matius bercerita bahwa Petrus pun mengadakan perjalanan serupa.
Matius memang masih menyimpan dua cerita khusus lain tentang Petrus yang tidak ada dalam Injil lain, yaitu: 1) Pengakuan di Kaisarea (Mat 16:16-19), dan 2) Kisah tentang mata uang di mulut ikan (Mat 17:24-27).
Permohonan Petrus sulit dipahami, kecuali diartikan sebagai suatu gerakan kasih dan iman yang belum mantap. Kombinasi kepribadian yang kurang solid serupa ditampilkan pula oleh Injil Yohanes dalam diri Rasul Tomas (Yoh 20:28).

Tuhan – 14:28
Sapaan Petrus yang pertama ini (yang kedua tercantum dalam ay 30) agaknya harus diartikan sebagai sapaan hormat biasa, yaitu Tuan, bukan Tuhan.

Apabila Engkau itu, suruhlah aku datang – 14:28
Petrus tampaknya yakin bahwa yang dilihatnya berjalan di atas air ialah Yesus. Ia tidak meragukan hal ini.

Berjalan di atas air – 14:28
Aslinya, kata air muncul dalam bentuk jamak (air-air). Hal ini kiranya dipengaruhi oleh bahasa Ibrani yang selalu bicara tentang perairan dalam bentuk jamak.

Mendapatkan Yesus – 14:29
Teks aslinya berbunyi, Petrus berjalan di atas air itu dan sampai kepada Yesus. Jadi, Petrus berhasil sampai kepada Yesus.

Dirasanya tiupan angin – 14:30
Aslinya, Tetapi melihat angin kencang. Demikianlah terjemahan harfiah. Angin memang tidak dilihat, tetapi dirasa saja.

Mulai tenggelam – 14:30
Kata tenggelam ini muncul dalam Injil Matius di sini dan dalam 18:6, dan tidak pernah dalam kitab PB yang lain.

Tolonglah aku – 14:30
Ungkapan sama muncul dalam kisah peredaan taufan (Mat 8:25, Tuhan, tolonglah, kami binasa).

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya – 14:31
Tindakan Yesus ini menggambarkan sikap-Nya terhadap manusia: Ia selalu siap menolong, sedangkan manusia selalu tergantung daripada-Nya lewat iman dan kasih.

Hai orang yang kurang percaya – 14:31
Artinya sama dengan, Betapa sedikitnya engkau mengandalkan Aku!
Kisah tentang Petrus ini sangat menekankan kurang percayanya, sehingga kesejarahan peristiwa ini lebih kuat. Petrus ditegur pula olrh Yesus sesudah mendengar tanggapan-Nya terhadap pemberitahuan tentang sengsara-Nya (Mat 16:23).
Sikap Petrus yang berjalan di atas air ini adalah gambaran jitu tentang Petrus yang sebenarnya. Ia tampaknya beriman, namun sekaligus rapuh sekali. Matius menggambarkan Petrus seadanya. Rahmat ilahi mengubah Petrus tahap demi tahap. Dari seorang penakut, ia akhirnya menjadi seorang martir.

Mengapa engkau bimbang – 14:31
Kata bimbang (lebih tepat: sangsi) muncul pula dalam kisah tentang perpisahan terakhir dengan Yesus (Mat 28:17).

Mereka naik ke perahu – 14:32
Mereka itu Yesus dan Petrus.

Angin pun reda – 14:32
Kehadiran Yesus meredakan kemelut dan menyelamatkan dari ancaman bahaya dan serangan si jahat. Matius menegaskan bahwa dengan masuknya Yesus ke dalam perahu (simbol Gereja!), Gereja tidak usah takut apa-apa