145. Yesus berjalan di atas air (14:24-27)

Kira-kira jam tiga malam – 14:25
Aslinya, Pada jaga malam keempat.
Menurut perhitungan/pembagian waktu yang berlaku di kalangan Roma, malam (antara pkl 18.00 sampai pkl 06.00) terdiri dari empat jaga malam. Masing-masing jaga malam berlangsung tiga jam. Orang-orang Yahudi dan Yunani membagi malam atas empat jaga malam. Jaga malam keempat jatuh antara pkl 04.00-06.00.

Datang … berjalan di atas air – 14:25
Dalam teks asli disebut laut, bukan air. Yesus tidak melayang-layang di atas permukaan air, tetapi sungguh-sungguh berjalan. Ini mukjizat!

Mereka terkejut – 14:26

Murid-murid Yesus terkejut melihat Yesus berjalan di atas air. Hukum-hukum alam ternyata tidak berlaku bagi Yesus. Dengan berjalan di atas air, Yesus tentu saja menunjukkan bahwa selain berkodrat manusiawi, Ia berkodrat ilahi pula. Mukjizat semacam ini tidak dapat dilakukan, selain oleh Allah. Sama halnya dengan mukjizat peredaan taufan.
Para bijak bangsa Israel memandang samudera/danau dan perairan besar sebagai kekuatan yang selalu mengancam manusia dan hanya Allah saja yang dapat memberi perintah kepadanya (Mzm 69:3; 107:25-27; dan Ayb 38:3.8-11; Mzm 65:8; 93:4). Kitab Suci menggambarkan pula perairan besar sebagai tempat kekuatan-kekuatan jahat, musuh Allah (Ayb 7:12; Mzm 89:10). Maka, dengan berjalan di atas air, Yesus memberi tanda kepada murid-murid-Nya bahwa seluruh ciptaan ada di “bawah kaki-Nya” (Mzm 8:7). Dengan meredakan taufan dan dengan berjalan di atas air, Yesus tampaknya menggenapkan apa yang disabdakan dalam kitab Mamur (Mzm 107:25-30).
Perjalanan Yesus di atas air dapat dipandang sebagai sejenis teofani (=penampakan Allah). Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan ayat penutup kisah ini.

Itu hantu – 14:26
Selain dalam Mrk 6:49, kata hantu ini muncul hanya di sini dalam PB.

Tenanglah! Inilah Aku – 14:27
Himbauan, tenanglah, dipakai juga oleh Matius dalam kisah tentang orang lumpuh disembuhkan dan dalam kisah tentang penyembuhan anak kepala sinagoga (Mat 9:2 dan 9:22).
Ungkapan Inilah Aku (aslinya: Aku ada) sering kali dipakai dalam Injil Yohanes sebagai ungkapan wahyu tentang jati diri Yesus yang sebenarnya (Yoh 6:35; 8:12.58; 9:5; 10:9.11; 11:25; 15:1). Yesus memiliki kuasa ilahi untuk menyelamatkan manusia (Mzm 77:19; Ayb 9:8; 38:16; Yes 43:16; Sir 24:5).