Kamis, 09 September 2021

B-283 – Kol 3:12-14 – “Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah yang telah membangkitkan Dia dari orang mati” (ay 12)

BAPTISAN DAN KEMERDEKAAN

  1. Konteks bacaan ini jelas: Kedudukan Kristus sebagai kepala membuka bagi umat manusia zaman kemerdekaan. Kemerdekaan yang universal telah terwujud di kayu salib.
  2. Sejauh baptisan secara nyata mengantarkan orang kepada iman akan Kristus, sejauh itu pula baptisan merupakan ‘penguburan’ (ay 12) dalam keadaan hidup manusiawi yang tidak dapat dipisahkan dari kematian dalam segala aspeknya, baik yang individuil maupun kolektif. Namun biarpun tidak dapat terlepas dari segala akibat ‘penguburan’ itu, berkat iman, kita toh menjadi sadar, bahwa kematian hanyalah kebalikan kehidupan, suatu kehidupan yang perlu kita terima (ay 12) dan yang membebaskan kita dari kekakuan huruf hukum (ay 14) dan sekaligus dari kesalahan-kesalahan kita sendiri (ay 13).
  3. Baptisan bukan suatu upacara yang memberi jaminan akan hidup yang tenang dan bahagia. Baptisan adalah semacam undangan, supaya kita tidak takut mengambil segala resiko yang berkaitan dengan hidup dalam kasih ilahi. Baptisan menjadikan kita merdeka.

Luk 6:27-38 – “Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (ay 27)