Jumat, 03 September 2021 ; St. Gregorius Agung

B-277 – Kol 1:15-20 – “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, … Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia” (ay 15 dan 17)

KETUHANAN KRISTUS

  1. Dalam teks ini kita berhadapan dengan sebuah pengakuan iman mendalam, yang diucapkan Paulus di tengah-tengah pelbagai spekulasi, yang sama sekali tidak mengindahkan misteri Kristus.
  2. Bagi rasul Paulus, ke=Tuhanan Kristus merupakan intisari agamanya: Segala sesuatu yang lain hanyalah khayaan belaka! Kristus menjalankan ke-Tuhanan-Nya atas seluruh dunia ciptaan (ay 15-17). Paulus berpendapat, bahwa seharusnya dikatakan: Kristus menjalankan ke-Tuhanan-Nya atas seluruh dunia yang diciptakan kembali (ay 18b-20), yang dimenangkan-Nya di kayu salib (ay 20). Setelah Ia mendamaikan seluruh alam (ay 20). Kristus menjalankan ke-Tuhanan-Nya sebgai kepala bersama-sama dengan semua orang yang membmentuk Tubuh-Nya, yaitu Gereja (ay 18a).
  3. Tuhanan Kristus tidak meniadalan pilihan bebas manusia. Manusia tetap boleh hidup sesuai dengan kehendaknya. Ke-Tuhanan Kristus tidak merugikan manusia maupun dunia ciptaan. Yesus memperolehnya di tengah-tengah kehidupan-Nya sebagai manusia.
  4. Dengan meniru Yesus dalam semakin memanusiakan dunia ciptaan, orang beriman benar-benar mengambil bagian dalam kuasa Kristus sebagai raja alam semesta.

Luk 5:33-39 – “Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula” (ay 38)