138. Pergandaan roti dan ikan (14:19-20)

Ia menyuruh orang banyak itu duduk – 14:19
Mulai dari ayat ini, seluruh perhatian Matius dalam kisah ini terpusat pada Yesus dan murid-murid-Nya. Sejak para murid membawa rot dan ikan kepada Yesus, mulailah semacam acara liturgis.
Orang banyak duduk, tepatnya “berbaring untuk makan,” sesuai dengan kebiasaan mereka (kata yang sama muncul dalam 8:11 dalam ucapan Yesus tentang perjamuan mesianis).

Diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu – 14:19
Melalui kata mengambil tidak mau dikatakan bahwa Yesus mengambil roti dan ikan itu dari murid-murid-Nya, melainkan bhwa Ia mengambilnya untuk memegangnya sambil mengucapkan syukur.

Menengadah ke langit – 14:19
Langit di sini searti dengan “surga,” tempat kediaman Allah.

Ia memecah-mecahkan roti itu – 14:19
Yesus membelah-belah roti itu dengan tangan-Nya. Dalam keluarga Yahudi hal ini dilakukan oleh bapak keluarga saja sebagai isyarat bahwa boleh mulai makan.
Dalam teks ini tidak dikatakan bahwa Yesus membelah-belah ikan pula. Ia kiranya tidak melakukannya, sebab acara makan diawali dengan pembelahan roti saja. Tidak dikatakan pula berapa kali Yesus membelah roti yang sama, dan tidak disebut besar-kecilnya belahan itu. Tetapi dapat diduga bahwa ukurannya cukup besar agar dapat dihidangkan kepada orang banyak yang lapar.

Murid-murid-Nya memberikannya – 14:19
Mula-mula Yesus memberi roti itu kepada murid-murid-Nya. Tetapi akhirnya mereka pun memberikannya kepada orang banyak. Jadi ada dua pihak yang memberi: Yesus dan murid-murid-Nya. Ada satu pemberian saja, yaitu pemberian Yesus yang menjadi pemberian murid-murid-Nya. Dengan demikian perintah Yesus, “Kamu harus memberi mereka makan!,” terlaksana dengan baik. Murid-murid tampil di sini sebagai perantara yang diperlukan oleh orang banyak. Mereka “meniadakan diri” secara total di balik aksi unik Yesus. Demikianlah seharusnya pelayanan para pemuka Gereja.
Dalam teks ini tidak ada berita tentang pemberian ikan kepada khalayak, sebab yang ingin disoroti ialah pembagian roti.