137. Dialog Yesus dengan murid-murid-Nya (14:15-18)

Menjelang malam – 14:15
Tidak jelas apakah maksudnya beberapa saat sebelum atau sesudah terbenamnya matahari. Dari konteks dapad disimpulkan bahwa Matius agaknya memikirkan saat-saat menjelang terbenamnya matahari. Tidak cukup waktu lagi bagi khalayak untuk pergi membeli makanan.

Murid-murid-Nya datang kepada-Nya – 14:15
Murid-murid itu tidak jauh dari Yesus. Mereka hadir di situ, tetapi mendekati Yesus untuk menyampaikan usul mereka kepaa-Nya.

Hari mulai malam – 14:15
Aslinya, Jam sudah lewat, tetapi tanpa penjelasan lebih rinci. Karena itu ada yang mengusulkan terjemahan, Jam pengajaran sudah lewat, atau, Jam makan malam sudah lewat.

Supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa – 14:15
Dalam Mrk 6:36, “sesuatu untuk dimakan.”
Murid-murid menyodorkan kepada Yesus pemecahan “manusiawi.” Seandainya Yesus menyetujuinya, maka orang banyak itu akan mendapat makanan fisik, tetap tidak akan menerima makanan spiritual. Padahal orang banyak mengikuti Yesus bukan untuk mendapat makanan, melainkan karena merindukan seorang gembala yang baik hati. Inilah kelaparan mereka yang sebenarnya. Mereka “miskin” dan perlu “disembuhkan,” sehingga semua mereka akhirnya diundang oeh Yesus untuk menghadiri perjamuan-Nya.
Murid-murid bicara di sini mengenai desa-desa sekitar situ, bukan mengenai tempat asal orang banyak.

Kamu hrus memberi mereka makan – 14:16
Kata kamu dalam kalimat ini ditempatkan pada awal, sehingga diberi tekanan khusus. Tetapi Yesus tidak menjhelaskan makanan apa yang dimaksudkan-Nya.
Dengan berkata demikian, Yesus memberi misi kepada murid-murid-Nya. Ia tampaknya memikirkan makanan yang masih ada pada mereka, dan Ia yakin bahwa apa yang diperlukan untuk dihidangkan kepada orang banyak justru ada pada mereka.
Tampaknya perintah Yesus ini ditangkap demikian oleh mereka pula, sebagaimana nyata dari ayat 17. Namun, yang penting ialah bahwa dengan memberi perintah ini, Yesus menghimbau murid-murid-Nya untuk percaya diri, menunjukkan inisiatif, berlaku sebagai pemimpin yang siap melayhani.
Perintah ini mencerminkan ajaran Yesus yang di kemudian hari ditangkap dengan tepat oleh Gereja. Perintah ini dianggap berlaku untuk selama-lamanya. Gereja tidak boleh “membubarkan” khalayak yang lapar akan Allah, sebab roti biasa tidak dapat mengenyangkan manusia secara tuntas!
Perintah ini perlu dipikirkan secara khusus oleh semua anggota Gereja yang terlibat dalam pelayanan komunitas/jemaah.

Yang ada pada kami … lima roti dan dua ikat – 14:17
Murid-murid menangkap misi yang dipercayakan Yesus kepada mereka, tetapi mereka merasa tidak mampu mewujudkannya dengan sarana yang ada pada mereka.
Pada waktu itu mereka sama sekali tidak memikirkan Yesus. Ia seolah-olah tidak termasuk kelompok mereka.
Roti jelai dan ikan adalah makanan utama kaum miskin di Galilea. Tetapi perlu diketahui bahwa di Palestina, roti tidak berbentuk seperti roti sekarang. Roti itu bundar, berukuran kecil dan agak tipis, sehingga untuk makan kenyang, seorang dewasa membutuhkan kurang lebih 3 buah roti. Lima roti cukup untuk dua orang saja!
Ikan diasapi ataupun diasinkan. Orang Yahudi sangat suka makan roti dengan ikan.