Selasa, 31 Agustus 2021

B-274 – 1Tes 5:1-6.9-11 – “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang” (ay 4-5)

SETIAP HARI PERLU KITA HAYATI KEDATANGAN TUHAN

  1. Bangsa Yahudi menjadi tempat istimewa bagi perjumpaan Allah dengan manusia. Akan tetapi sewaktu membayangkan keselamatan, bangsa Yahudi menghubungkannya dengan suatu hari yang tidak termasuk hitungan waktu lagi, dengan suatu hari yang harus menghentikan perputaran roda sejarah. Seolah-olah ada waktu duniawi, profan dan waktu sorgawi, suci, waktu manusia dan waktu Allah!
  2. Yesus meniadakan pembedaan-pembedaan ini. Bagi manusia tersedia satu waktu saja, yaitu waktu duniawi, profan. Waktu itulah yang perlu dihayati dengan sepenuh-penuhnya sebagai ruang ‘turun tangan’ Allah untuk menyelamatkan manusia.
  3. Demikian pula berbunyi ajaran rasul Paulus: Daripada dengan sia-sia menantikan suatu ‘Hari Tuhan,’ lebih tepatlah, bila manusia hidup dalam hubungan dengan Allah, dalam terang (ay 5), setiap hari yang masih tersedia baginya.

Luk 4:31-37 – “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar” (ay 36)