Senin, 30 Agustus 2021

B-273 – 1Tes 4:13-18 – “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan” (ay 13)

BERADA BERSAMA-SAMA DENGAN TUHAN

  1. Orang-orang Yahudi sudah bertanya-tanya, apakah orang-orang mati akan menyaksikan kedatangan Kerajaan Allah. Sejumlah besar mereka kurang menyadari hubungan antara pembaharuan bangsa manuia dan kebangkitan manusia perorangan.
  2. Sewaktu menggambarkan kejadian-kejadian yang akan berlangsung pada akhir dunia, Paulus memanfaatkan lambang-lambang yang dikenal dalam ajaran Yahudi mengenai hari kiamat. Namun berkat imannya (ay 14) akan Kristus yang wafat dan dibangkitkan itu, Paulus dapat menjawab pertanyaan yang dikemukakan di atas. Paulus yakin, bahwa intisari kehidupan Kristus harus dicari dalam kenyataan beradanya manusia bersama-sama dengan Tuhan (ay 17). Jadi bila seseorang mati dalam Yesus, maka jelaslah, bahwa ia akan dibangkitkan pula bersama dengan Yesus. Orang-orang mati secara badaniah akan menyaksikan kedatangan Allah yang definitip.
  3. Hidup kekal sama dengan beradanya bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya (ay 17).

Luk 4:16-30 – “Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (ay 19)