134. Mengertikah kamu semuanya itu – 13:51

Yesus mempertanyakan paham tentang semua perumpamaan. Paham adalah ciri khas murid Yesus yang baik (Mat 8:17-21).

Mereka menjawab – 13:52
Kata mereka ini mengacu kepada murid-murid Yesus.

Karena itu – 13:52
Kata karena ini mengantarkan semacam kesimpulan. Namun, kesimpulannya umum dan hubungannya dengan ayat-ayat terdahulu tidak begitu nyata.

Ahli Taurat – 13:52
Para ahli Taurat disebut 23 kali dalam Injil Matius, tetapi hanya di sini gelar ini diterapkan pada pengikut Yesus!https://berkat.id/wp-admin/post.php?post=6802&action=edit#edit_timestamp

Yang menerima pelajaran tentang Kerajaan – 13:52
Aslinya, ayat ini berbunyi, “Yang telah menjadi murid Kerajaan Surga.” Ungkapan ini muncul lagi dalam Mat 27:57 (tentang Yusuf dari Arimatea), dalam 28:19 (“jadilah semua bangsa murid-Ku”), lalu dalam Kis 14:21 saja.
Ayat ini sangat penting. Pertama-tama karena dalam konteksnya yang terdekat, ayat ini merupakan semacam perumpamaan tersendiri yang menutup bab berisi 7 perumpamaan. Ini semacam metafor yang menghimbau pendengar ataupun pembaca untuk memasuki proses perumpamaan dengan menciptakan perumpamaan-perumpamaan baru dan dengan demikian menambah yang sudah tersedia.

Tuan rumah – 13:52
Selain di sini, ungkapan ini muncul lima kali lagi (Mat 10:25; 13:27; 20:11; 21:33; 24:43).

Harta yang baru dan yang lama – 13:52
Menurut sejumlah ahli, ungkapan ini hendak menegaskan adanya kontras antara interprestasi Taurat yang disodorkan oleh Yesus (yang baru) dan yang biasa dikemukakan oleh bangsa Yahudi (yang lama). Namun, dalam ayat ini, baik “yang baru” maupun “yang lama” dinilai positif, sehingga artinya pasti lebih mendalam.
Maka sejumlah ahli berpendapat bahwa Matius memikirkan di sini: 1) PL serta interpretasi dan aplikasi Yesus terhadapnya; 2) Interpretasi yang dikemukakan oleh Gereja (yang baru) dalam terang interpretasi Yesus (yang lama).
Tetapi, ada juga ahli yang mengemukakan pendapat lain: Yesus maupun Matius tidak memikirkan diadakannya suatu inovasi terhadap hukum moral melainkan menghimbau pendengar/pembaca agar mereka menciptakan narasi-narasi menarik yang menantang kesadaran dan sekaligus memperdalam paham tentang apa yang perlu disadari. Adanya “pencipta-pencipta” macam ini dalam jemaah Kristen masa awal tampaknya tidak usah diragu-ragukan, bila diingat kata-kata Yesus, “Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat” (Mat 23:34). Matius sendiri kiranya termasuk kelompok itu, sehingga ayat ini dipandang sebagai semacam “autobiografinya” yang serba singkat.
Intisari ayat 51-52 ini harus dicari dalam ungkapan tentang yang baru dan yang lama ini. Yang baru disebut dulu, yang lama – pada giliran kedua. Artinya, tuan rumah tidak hanya memiliki “yang lama,” melainkan “yang baru” juga. Perlengkapannya komplit. Ia siap menghadapi bermacam-macam keadaan.
Injil sering bicara tentang ahli Taurat. Mereka pada umumnya memusuhi Yesus. Namun, di antara mereka ada sejumlah yang berhati tulus (Mrk 12:34). Yesus tentu saja tidak meremehkan ilmu, sehingga Ia pasti berusaha menarik para ahli Taurat pun kepada amanat-Nya. Ahli Taurat yang sudah dididik oleh para rabi, lalu menambah pahamnya dengan ajaran Yesus, serupa dengan tuan rumah yang melengkapi dirinya terhadap segala macam keadaan.
Selama berkarya di bumi, Yesus tidak menemukan ahli semacam itu. Tetapi, Ia memperolehnya sesudah kebangkitan-Nya. Salah satu contohnya yang sangat jelas ialah Paulus. Matius tentu tidak memikirkan Rasul Paulus, tetapi jemaahnya sendiri atau dirinya sendiri seperti dikatakan di atas. Setelah menerima amanat Yesus, jemaah itu – dalam arti baru – telah menjadi “ahli Taurat.” Karena memahami misteri ilahi, mereka memiliki harta. Harta itu seharusnya diperganda. Seturut kebutuhan, harta itu harus dipakai. Injil memang sesuatu yang baru, namun ia tidak dapat dilepaskan dari Taurat dan para nabi. Yesus tidak datang untuk membatalkan yang lama (Mat 5:17)! Tetapi, jemaah Kristen jangan pula hanya menggali harta lama tanpa peduli akan wahyu Yesus tentang Kerajaan!

Mengeluarkan – 13:52
Tidak dijelaska apa yang dikeluarkan, dari mana ataupun untuk apa. Namun, maksudnya barangkali begini: Barang-barang yang biasa diperlukan oleh umah tangga, antara lain makanan dan pakaian.
Untuk mengeluarkan Yeremia dari perigi,  Ebed Melekh “membawa orang-orang ke istana raja, ke gudang pakaian di tempat perbendaharaan; dari sana ia mengambil pakaian yang buruk-buruk dan pakaian yang robek-robek, lalu menurunkannya dengan tali kepada Yeremia” (Yer 38:11). Kalau barang semacam ini terdapat di istana raja,maka jangan heran, bahwa barang serupa ada dalam “perbendaharaan” orang biasa. Barang-barang itu dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Perbendaharaan – 13:52
Kata perbendaharaan muncul dalam Injil Matius beberapa kali (Mat 2:11; 6:19.20.21; dan 12:35). Ini semacam depot, tempat penyimpanan barang-barang tertentu.