Minggu, 29 Agustus 2021 ; Sta Sabina, Mrt

B-272 – Ul 4:1-2.6-8 – “Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu” (ay 2)

PERJANJIAN ADALAH PERKARA UNTUK HARI INI

  1. Pidato yang konon diucapkan oleh Musa ini, yang disusun dalam zaman kecaman masyarakat terhadap sejarah Israel (pembuangan sudah di ambang pintu), menitikberatkan keaktualan perjanjian yang tidak pernah pudar. Hari ini, sekarang (ay 1), Allah menghendaki kesetiaan. Setiap saat perlu memperbaharui ikatan-ikatan yang mempersatukan Allah dengan umat-Nya. Hanya dengan demikian saja Israel akan memperdalam panggilannya yang istimewa dan akan nampak bagi bangsa-bangsa lain sebagai bangsa yang secara khusus terikat pada Allahnya (ay 7-8).
  2. Untuk pertama kalinya dalam teks yang bercorak ketetapan hukum, panggilan istimewa itu digambarkan sebagai hidup penuh kemesraan dengan Allah (ay 7). Teks-teks lain akan lebih suka menitikberatkan jarah yang memisahkan Allah daripada umat-Nya.

Yak 1:17-18.21b-22.27 – “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia” (ay 27)
Mrk 7:1-8.14-15.21-23 – “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (ay 15)