Kamis, 26 Agustus 2021

B-269 – 1Tes 3:7-13 – “Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya” (ay 13)

KUDUS – MENURUT RASUL PAULUS

  1. Paulus terpaksa meninggalkan kota Tesalonika sebelum ia sempat menyelesaikan pengajaran yang penting (ay 10). Maka gelisahlah hatinya memikirkan pertumbuhan kasih dan iman jemaat yang berusia muda itu.
  2. Pada kesempatan ini Paulus merumuskan arti kata “kekudusan.” Definisinya bisa berguna bagi kita. Paulus tidak pernah memandang kekudusan sebagai suatu status yang statis, yang sekali tercapai tidak berubah lagi. Justru sebaliknya! Menurut dia kekudusan itu sama dengan suatu pertumbuhan yang lambat, penuh resiko dan petualangan, keberhasilan dan kegagalan, padat akan usaha untuk mengubah dunia dan membaharui diri. Seluruh proses itu diresapi harapan, bahwa kelak, pada hari penampakan mulia Tuhan, petualangan manusiawi itu akan berakhir dengan sukses. Manusia akan mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri.

Mat 24:42-51 – “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (ay 42)