Rabu, 25 Agustus 2021

B-268 – 1Tes 2:7-13 – “Kami meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya” (ay 12)

BAGAIKAN SEORANG IBU, BAGAIKAN SEORANG BAPAK

  1. Paulus membela diri terhadap tuduhan, bahwa ia seorang filsuf dan penyiar berita. Tugas kerasulannya berkisar pada usaha menjadi penyalur kehidupan, yaitu kehidupan sejati, yang dimiliki Allah dan yang hendak diberikan oleh-Nya kepada umat manusia.
  2. Dapat dipahami, bahwa Paulus mencari gambaran dan ungkapan yang dapat menjelaskan tugasnya itu. Semua gambaran itu berkisar pada inti yang sama, yaitu: penyaluran kehidupan.
  3. Ia penuh kasih sayang bagaikan seorang ibu (ay 7), yang rela mengorbankan nyawanya sendiri (ay 8). Ia berlaku seperti seorang bapak terhadap anak-anaknya (ay 11), dengan menghargai otonomi mereka masing-masing.
  4. Orang-orang Tesalonika kiranya dengan tepat mengerti maksud Paulus. Dalam pewartaan kerasulan Paulus, mereka bukan hanya menerima suatu perkataan manusiawi saja! Mereka menerima firman Allah sendiri yang tetap tinggal di dalam mereka (ay 13).

Mat 23:27-32 – “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran” (ay 27)