130. Harta Kerajaan Surga dan Kreativitas (Mat 13:44-52)

Perumpamaan tentang jala
Perumpamaan tentang jala harus dibaca dengan hati-hati. Sebab yang penting bukannya jala itu sendiri, tetapi apa yang terjadi setelah para penjala menarik jala ke pantai.
Mula-mula semua ikan tercampur baur. Tetapi, akhirnya ikan-ikan yang baik dikumpulkan, sedangkan ikan-ikan yang tidak baik, dibuang saja.
Perlunya penyaringan semacam ini dikhotbahkan oleh Yohanes Pembaptis. Maka, diharapakan bahwa Yesus, sang Mesias, akan mengadakan “pembersihan” semacam itu. Tetapi, Yesus tidak mengadakannya! Yesus tidak mau mempercepat saat penghakiman. Sama seperti pemilik ladang tidak langsung mencabut lalang, tetapi menunggu tibanya saat panen, demikian pun para penjala tidak langsung menyaring hasil penangkapannya.
Dalam dua ayat terakhir tersaji sebuah kesimpulan. Mula-mula, dalam ayat 51, ditegaskan perbedaan antara para murid Yesus dan orang banyak: Murid-murid memahami perumpamaan-perumpamaan Yesus, sedangkan orang banyak tidak memahaminya.
Ayat 52 penting karena di dalamnya muncul kata lama dan baru; tuan rumah memiliki dua jenis “barang,” yang lama maupun yang baru. Maka, setiap saat diperlukan, ia dapat menggunakannya. Perlengkapannya komplit.