129. Harta Kerajaan Surga dan Kreativitas (Mat 13:44-52)

(Bacalah teks ini terlebih dahuu sebelum mengikuti penjelasannya!)

Tiga perumpamaan lain
Sebelum mendalami teks ini, harap dibaca terlebih dahulu Pengantar Mat 13:1-23 dan pada Mat 13:24-43. Empat puluh tiga ayat tersebut terdiri dari 2 bagian yang sejajar dan berisikan empat perumpamaan, yaitu:

  1. Penabur’
  2. Lalang;
  3. Moster
  4. Ragi.

Dengan memperluas bagian kedua, Matius berhasil menyajikan tiga perumpamaan lain, yaitu:

  1. Harta tersembunyi – 13:44;
  2. Mutiara – 13:45-46;
  3. Jala – 13:47-50.

Perumpamaan yang saling melengkapi
Perumpamaan tentang harta tersembunyi dan mutiara berisi pengajaran serupa satu sama lain, tetapi disampaikan dengan dua cara berbeda yang saling melengkapi.
Yang satu bercerita tentang seorang upahan yang bekerja di ladang seorang tuan, sedangkan yang lain bercerita tentang pedagang kaya.
Perumpamaan tentang jala berisi sejumlah unsur yang sudah dapat dijumpai dalam perumpamaan tentang lalang dan dalam penjelasannya. Ajarannya pun serupa. Maka, disimpulkan bahwa perumpamaan tentang jala seharusnya menyusul perumpamaan tentang lalang, tetapi Matius memisahkannya dengan perumpanaan tentang harta dan mutiara.
Perumpamaan tentang harta dan mutiara terpusatkan dua pelaku konkret: Pekerja di ladang dan pedagang. Tingkah laku merekalah yang menjadi pusat perhatian Matius, bukan harta atau mutiara yang mereka temukan ataupun cara mereka menemukannya.
Kedua-duanya sangat bersukacita, pergi, menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu ataupun mutiara.
Para pendengar kedua perumpamaan ini dihadapkan pada pertanyaan, “Apakah mereka sendiri siap ‘menjual’ segala-galanya untuk memperoleh sesuatu yang melampaui nilai milik mereka? Bagaimana sikap mereka terhadap peluang emas yang tidak terduga-duga itu?”