Minggu, 22 Agustus 2021 – PEKAN BIASA XXI

B-266 – Ef 5:21-32 – “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging” (ay 31)

KEAGUNGAN KASIH MANUSIAWI

  1. Paulus tentu saja mengenal gagasan alkitabiah mengenai pertunangan Allah dengan umat-Nya. Gagasan itu dimanfaatkannya secara spontan untuk menggambarkan pernikahan Kristus dengan Gereja.
  2. Paulus ingin menegaskan, bahwa kasih Allah kepada umat manusia mencapai kepenuhannya dalam diri Kristus. Maka wajarlah, bahwa pernikahan ini menjadi lambang kasih yang menjiwai perkawinan Kristen!
  3. Keluarga Kristen, sel gerejani yang kecil itu, harus dijiwai kasih yang mengalir dalam Kristus dan tunangan-Nya, yaitu dalam Gereja seluruhnya. Keluarga adalah tanda dan lambangnya (ay 32). Kasih manusiawi harus menyerupai kasih Kristus, yaitu harus ramah, tanpa pamrih, dan tidak terputuskan.
  4. Akan tetapi perlu diingat, bahwa sewaktu Paulus berbicara tentang perkawinan, ia berpikir tentang perkawinan yang dikenalnya sendiri, yaitu perkawinan menurut adat sezamannya! Pada waktu itu wanita belum mempunyai hak sama dengan pria. Rasul Paulus tidak melihat keganjilan apa pun dalam penentuan suami sebagai orang yang saja kuasanya seperti Ikristus-Kepala, sedangkan wanita serupa dengan Gereja yang harus menerima kuasa suami itu. Tentu saja orang zaman sekarang tidak mungkin bicara begini lagi.

Yoh 6:60-69 – “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya” (ay 65)