127. Penjelasan perumpamaan tentang lalang (Mat 13:36-43)

Pulang – 13:36
Menurut Mat 13:1, Yesus meninggalkan rumah. Menurut ayat ini Ia kembali ke rumah-Nya yang mungkin saja ada di Kapernaum (Mat 8:14; 9:10).

Murid-murid-Nya datang – 13:36
Murid-murid ikut pulang bersama dengan Yesus.

Anak Manusia – 13:37
Untuk pertama kali dalam Injil Matius, ungkapan Anak Manusia muncul dalam 8:20. Di luar Injil, ungkapan ini muncul sekali saja dalam Kis 7:56.
Dalam kitab-kitab Injil, ungkapan ini selalu dipakai oleh Yesus sendiri. Ia menerapkannya kepada diri-Nya sendiri, tetapi Ia seolah-olah berbicara tentang orang lain, tentang “dia.”
Latar belakang ungkapan ini tidak terlalu jelas, sehingga para ahli mengemukakan berbagai pendapat, antara lain: 1) Kadang-kadang ungkapan ini diterapkan pada orang yang datang dengan wibawa ilahi; 2) Orang itu memang manusia, namun kemanusiaannya bukan perhatian utama, melainkan justru wibawa ilahinya; 3) Orang-orang Yahudi tidak jarang bicara tentang dirinya dengan menggunakan kata “dia;” 4) Para pendengar Yesus barangkali sadar bahwa Ia bicara tentang diri-Nya sendiri, tetapi setelah kebangkitan-Nya, umat Kristen memahami ungkapan Anak Manusia dalam terang Dan 7:13, yaitu sebagai “manusia yang dimuliakan dan berkuasa.”
Para ahli Kitab Suci yakin sekali bahwa lewat ungkapan ini Yesus bicara tentang diri-Nya sendiri, bukan tentang orang lain. Salah satu buktinya ialah pertanyaan yang tercantum dalam Mat 16:13, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Pertanyaan ini sejajar dengan Mrk 8:27 dan Luk 9:18, tetapi dalam Mrk dan Luk, ungkapan Anak Manusia diganti dengan kata Aku, yaitu, “Kata orang (banyak), siapakan Aku ini?”
Makna utama di balik ungkapan Anak Manusia ialah wewenang ilahi yang diterima manusia tertentu melalui pilihan khusus Allah.