126. Yesus menggenapkan Kitab Suci (Mat 13:34-35)

Semuanya ini disampaikan Yesus – 13:34
Cara ayat ini disusun, secara ilmiah disebut khiasmus. Apa yang dikatakan dalam baris pertama, kurang lebih terulang dalam baris kedua: disampaikan … dalam perumpamaan; tanpa perumpamaan … tidak disampaikan-Nya.
Kata semuanya mengacu kepada aperumpamaan-perumpamaan terdahulu.

Suatu pun tidak disamapaikan-Nya – 13:34
Maksudnya: Yesus selalu “mengajar” khalayak dengan menggunakan perumpamaan.

Supaya digenapi – 13:35
Bacalah komentar pada Mat 1:22
Rumusan yang dipakai di sini sama dengan yang tercantum dalam Mat 8:17, tetapi di situ dengan jelas disebut nama Nabi Yesaya.
Dalam ayat ini disebut nabi saja, padahal yang dikutip sesudahnya bukan nas dari kitab seorang nabi melainkan dari kitab Mazmur (78:2). Bangsa Yahudi berpendapat bahwa kitab Mamur disusun oleh Raja Daud yang pada umumnya diyakini sebagai nabi.
Alasan mengapa Yesus menggunakan perumpamaan sebagai sarana untuk menyampaikan sabda-Nya sudah dijelaskan dalam Mat 13:10-15. Tetapi, dalam ayat ini disajikan alasan tambahan.

Aku mau membuka mulut-Ku -13:35
Membuka mulut di sini sarti dengan “bicara.”

Mengatakan perumpamaan – 13:35
Kata mengatakan ini kiranya lebih meriah artinya, yaitu: menjelaskan, mengajarkan, memaklumkan.

Yang tersembunyi sejak dunia dijadikan – 13:35
Hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan ialah yang belum pernah diketahui manusia sepanjang masa. Maksudnya, rahasia-rahasia ilahi yang sudah disinggung dalam Mat. 13:10-17