Kamis, 19 Agustus 2021

B-263 – Hak 11:29-39a – “Bernazarlah Yefta kepada Tuhan: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan Tuhan, dan aku akan mempersembahkannya seagai korban bakaran” (31)

KAUL TIDAK BOLEH MEMBINASAKAN PRIBADI ORANG LAIN

  1. Yefta mengucapkan sebuah kaul yang tidak masuk akal, kaul untuk mengorbankan nyawa puterinya sendiri.
  2. Bagi penyusun kisah ini, soalnya jelas: Bagaimana pun juga suatu kaul harus dilaksanakan (ay 35-36).
  3. Betapa jijiklah suatu agama yang demikian memutlakkan kaul, sehingga tidak segan membinasakan manusia lain! Syukurlah, bahwa iman sejati mengajarkan kita, bahwa yang mutlak hanyalah satu saja, yaitu Allah.

Mat 22:1-14 – “Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu” (ay 9)