125. Perumpamaan tentang ragi (Mat 13:33)

Perumpamaan ini juga – 13:33
Rumusan kalimat ini sedikit berbeda dengan yang tercantum dalam ayat 24 dan 31, tetapi arti dan fungsinya sama saja.

Hal Kerajaan Surga itu seumpama – 13:33
Bacalah komentar pada Mat 13:24 dan 13:31

Ragi – 13:33
Menurut paham Yahudi, ragi melambangkan sesuatu yang najis atau yang tercemar (Mat 16:5-12; 1Kor 5:6-8; Gal 5:9). Sebelum hari raya Paskah, orang-orang Yahudi wajib menyingkirkan segala sisa ragi dari rumah mereka.
Tetapi, dalamperumpamaan ini unsur negatif itu harap dilupakan. Para ahli berpendapat bahwa di sini kata ragi harus diartikan sebagai lambang kuasa Allah. Kebesaran dan ketidak-terdugaan Allah dapat dilihat dalam aktivitas sehari-hari, asal yang biasa-biasa itu dipandang dengan mata iman, sebagai karya ajaib Tuhan sendiri.

Sebanyak empat puluh liter – 13:33
Dalam terjemahan ditulis tiga sukat, artinya kurang lebih 35,25 liter atau 25 kg. Roti yang dibuat dari terigu sebanyak ini cukup untuk sekitar 100 orang.
Semua angka berlebihan yang muncul dalam permumpamaan, hendaknya dipandang sebagai ciri khas jenis sastra ini. Kelebihan ini perlu dijadikan bahan renungan. Cara ragi bekerja, tidak dapat diikuti dengan mata. Ragi itu kecil, tetapi justru yang kecil itu berpengaruh sangat besar. Perkembangan Kerajaan Surga di dunia ini memang tidak dapat ditangkap secara lahiriah, namun apa yang diam-diam dihasilkannya, kelak akan menimbulkan rasa heran pada semua manusia.