124. Perumpamaan tentang moster (Mat 13:31-32)

Perumpamaan lain – 13:31
Kalimat ini dirumuskan oleh Matius dengan cara sama seperti ayat 24.

Hal Kerajaan Surga itu seumpama – 13:31
Kalau Allah meraja/menegakkan kuasa-Nya, maka situasinya akan serupa dengan biji moster yang diambil dan ditaburkan, lalu menjadi pohon. Intinya ialah kontras antara ukuran kecil semula dengan hasil akhir.
Dengan mengamati tahap awal karya Yesus yang tampak amat sederhana dan tidak menonjol, orang beriman mampu menangkap kecemerlangan hasilnya di kemudian hari.

Biji sesawi – 13:31
Teks ini sesungguhnya tidak bicara tentang sesawi melainkan tentang biji moster. Dalam semua terjemahan Inggris dipakai kata mustard seed.
Arti moster (KBBI): Penyedap makanan rupanya seperti krim, berwarna kuning, yang diolah dari biji moster hitam. Moster memang tumbuh di ladang sebagai pohon setinggi manusia dewaa, padahal di masa kini ditaburkan di dalam pot saja.

Yang paling kecil – 13:31
Kalimat tentang terkecilnya biji moster mungkin saja berlatar belakang suatu peribahasa Yahudi. Pepatah ini dikutip dalam Mat 17:20. Sebab dalam kenyataannya, biji itu bukan yang terkecil.
David Stern, orang Yahudi yang telah menjadi Kristen, mengomentari hal ini begini, “Walaupun Kitab Suci diinspirasikan oleh Allah, janganlah dituntut daripadanya penjelasan rinci mengenai segala unsur alam. Para pendengar Yahudi kiranya yakin bahwa moster adalah biji yang paling kecil. Allah memanfaatkan budaya zaman tertentu untuk menyampaikan kebenaran spiritual.”

Tetapi apabila sudah tumbuh – 13:32
Dalam kalimat ini ditegaskan kontras antara kecilnya biji moster dengan pertumbuhannya yang tak terduga. Namun, proses pertumbuhan sendiri tidak diperhatikan.

Burung-burung di udara – 13:32
Burung-burung tertarik pada pohon moster dan hinggap padanya, sebab selain memberi naungan, pada pohon itu terdapa sejenis buah. Namun, diketahui bahwa burung-burung justru tidak bersarang di pohon moster.
Bersarang – Para nabi suka bicara tentang pohon yang ditanam Allah sendiri “di atas gunung Israel,” agar bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat; segala macam burung … tinggal di bawahnya; mereka bernaung di bawang cabang-cabangnya (Yeh 17:23; 31:6; Dan 4:20-22). Ini lambang kerajaan penuh kuasa yang akan melindungi negara-negara taklukan.
Dalam sastra apokaliptik, burung-burung kadang-kadang melambangkan bangsa-bangsa kafir yang akan datang berlindung kepada Israel