Senin, 16 Agustus 2021

B-260 – Hak 2:11-19 – “Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan mereka beribadah kepada para Baal” (ay 11)

MENULIS LURUS DENGAN HURUF-HURUF BENGKOK

  1. Penyusun teks ini berpendapat, bahwa sejarah bangsa Israel dapat digambarkan sebagai suatu rentetan ‘kesetiaan’ (ay 7), yang semakin hari semakin merosot lalu berubah menjadi ‘ketidaksetiaan’ (ay 10-12). Kemudian datanglah sorang ‘hakim’ yang membebaskan manusia dari belenggu ketidaksetiaan itu dan mengantarkan bangsanya kepada ibadat sejati (ay 16-18).
  2. Proses sedemikian tidak dialami oleh bangsa Israel saja. Nasib ‘setia tidak setia’ ini menimpa pula Gereja Kristen. Namun kita tahu, bahwa hakim pembebas Gereja, yaitu Yesus Kristus, dengan tidak henti-hentinya berusaha menjadikan kita peka terhadap ‘tanda-tanda zaman.’

Mat 19:16-22 – “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (ay 21)