120. Ketidakterdugaan Kerajaan Surga (Mat 13:24-43 )

Perumpamaan tentang lalang
Perumpamaan tentang ladang boleh dipandang sebagai semacam drama kecil. Tahap-tahapnya diperkenalkan dalam ayat 24-26, sedangkan pemecahannya ditampilkan melalui dialog dalam ayat 27-30.

Makna perumpamaan sendiri cukup jelas. Melalui karya Yesus, Allah mulai memanggil orang-orang yang ditetapkan untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Sabda Yesus disambut baik oleh sejumlah orang, sehingga proses “pembangunan” Kerajaan Allah mulai terwujud.

Biarpun demikian, “ladang” Kerajaan itu tercemar dengan adanya para pendosa. Mengapa mereka tidak dikucilkan saja, tetapi dibiarkan bercokol dalam Kerajaan itu? Sungguh suatu skandal! Lalu pemecahannya: Penghakiman tidak dapat dipercepat! Daripada tegang dan marah, perlu sabar menunggu hari Allah mulai bertindak secara definitip dan sekaligus mulia.

Dalam ajakan untuk bersabar ini tersirat pula undangan untuk menantikan hari penghakiman dengan “takut” dan rendah hati. Lalang tidak boleh dicabut sebelum waktunya. Tetapi, yang lebih lagi dilarang ialah berusaha menentukan siapakan manusia yang pantas disebut benih yang baik dan siapakan  lalang itu. Setiap orang harus hidup dalam kesetiaan kepada sabda Yesus tentang Kerajaan Surga, namun jangan merasa aman karenanya, dan jangan merampas hak Allah sebagai penentu baik-buruknya manusia.

Mengapa Yesus menyampaikan perumpamaan ini? Hal ini tidak dapat dipastikan. Namun, diketahui bahwa sebelum Yesus tampil di muka umum, Yohanes Pembaptis memperkenalkan Mesias sebagai orang yang dengan nyiurnya akan membersihkan lantai tampiannya, mengumpulkan gandum di lumbung, dan akan membakar sekam dalam api tidak terpadamkan (Mat 3:12). Ternyata Yesus-Mesias tidak bersikap ataupun berlaku seperti dibayangkan Yohanes dulu. Yesus tidak membentuk komunitas yang terdiri orang-orang “bersih” dan suci saja. Ia malah tidak setuju dengan anggota komunitas-Nya yang mau menyingkirkan “lalang” dari dalamnya. Namun, selalu saja ada anggota yang amat bersemangat untuk melakukannya! Semangat semacam ini dinilai salah oleh Yesus!